Allahmemiliki kehendak khusus bagi hidup setiap orang percaya. Mengetahui dan melakukan kehendak-Nya harus merupakan tujuan hidup kita yang terutama, apa pun risikonya. Agar dapat mengetahui kehendak Allah bagi hidup kita, kita harus lebih dahulu mengenal Allah sendiri. Kita tidak mungkin mengenal diri kita sendiri sebelum mengetahui siapa Jadilahremaja yang menolak kebiasaan berbicara kasar atau bergosip. Jangan minum alkohol, merokok, berpesta, menyontek, bergosip, dan berperilaku negatif. Manfaatkan waktu setiap hari Jumat malam untuk berdoa, alih-alih menyia-nyiakan waktu dengan berpesta. 2. Jadilah pribadi yang sabar dan baik hati. OswaldChambers menulis buku renungan klasik, "Sasaran utama dari misionaris adalah untuk melakukan kehendak Allah, bukan untuk menjadi berguna, bukan untuk memenangkan seorang penyembah berhala.". Melakukan hal itu memang berguna, ia sudah memenangkan orang kafir, namun itu bukanlah sasaran utamanya. 6211 (62-12) Satu kali Allah berfirman, dua hal yang aku dengar: bahwa kuasa dari Allah asalnya, 62:12 (62-13) dan dari pada-Mu juga kasih setia, ya Tuhan; sebab Engkau membalas setiap orang menurut perbuatannya. Hanya pada Allah saja kiranya aku tenang, sebab dari pada-Nyalah harapanku. —Mazmur 62:6. Kehendak Allah terkadang sulit untuk Vay Tiền Nhanh Chỉ Cần Cmnd. Keluarga yang kuat melahirkan pribadi yang kuat Kamu tentu sudah pernah mendengar tentang kisah orang yang bijaksana dan orang yang bodoh, bukan? Sekarang, baca dan pahamilah kisah tersebut dalam Matius 724-27 1. Siapakah orang yang bijaksana, dan siapakah orang bodoh. 2 1. Siapakah orang yang bijaksana, dan siapakah orang bodoh? 2. Mengapa disebut orang bijaksana dan orang bodoh? 3. Hubungkanlah orang yang bijaksana dan orang yang bodoh dalam kehidupan keluarga! 4. Apakah yang harus dilakukan agar kehidupan keluarga menjadi kokoh dan kuat? Angka Perceraian di Indonesia,Terus Meningkat Sabtu, 14 September 2013 – 1936 Teraspos – Angka perceraian di Indonesia tiap tahunnya terus tahunnya bisa mencapai kasus. “Angka tersebut jauh meningkat dari 10 tahun yang lalu, yang mana jumlah angka perceraian hanya sekitar per tahun,” ujar Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Sabtu 14/9. Pihaknya pun merasa prihatin dengan tingginya angka perceraian tersebut. Apalagi, lanjut dia, hampir 80 persen yang bercerai adalah rumah tangga yang usianya terbilang muda. “Usia rumah tangga relatif masih muda dengan anak yang masih kecil “Usia rumah tangga relatif masih muda dengan anak yang masih kecil. Hal ini akan menimbulkan dampak sosial.” Selain itu, hampir 70 persen perceraian yang terjadi adalah cerai gugat. Dengan kata lain,Nasaruddin menilai lebih banyak perempuan yang mengajukan gugatan perceraian. “Dengan adanya perceraian setidaknya memunculkan masalah baru, yakni kemiskinan,” tambah dia. Dari berbagai macam alasaan perceraian, ada satu yang mungkin tidak masuk akal. Alasan perbedaan pandangan politik saat ini tren. “Ini sungguh tidak masuk akal, namun itu terjadi,” katanya. Diambil dari Tuhan menginginkan keluarga memiliki hubungan yang kuat terikat dengan Kristus. Realita yang terjadi dalam kehidupan orang Kristen adalah sangat sulit untuk mempraktekkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Berapa banyak waktu yang keluargamu gunakan untuk merenungkan firman Allah? Berapa banyak waktu yang keluargamu gunakan untuk mengenal Allah dalam komunikasi bersama? Bagaimanakah keluargamu melakukan kehendak Allah secara konkret? Apa yang harus dilakukan agar keluarga kamu benar-benar hidup di dalam Kristus? Bagaimana keluarga mengandalkan Kristus sepenuhnya untuk menopang kehidupan keluarga? Sikap apa yang harus kamu lakukan untuk mendukung keluargamu agar tetap bertumpu kepada Kristus sebagai fondasi keluarga? Matius 724 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” Matius 726 “Tetapi setiap orang yang mendengar perkataanKu ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir” Lalu apa yang jadi tanggung jawab anak terhadap keluarga??? Download presentation Keluarga yang kuat melahirkan pribadi yang kuat Kamu tentu sudah pernah mendengar tentang kisah orang yang bijaksana dan orang yang bodoh, bukan? Sekarang, baca dan pahamilah kisah tersebut dalam Matius 7 24 -27 1. Siapakah orang yang bijaksana, dan siapakah orang bodoh? 2. Mengapa disebut orang bijaksana dan orang bodoh? 3. Hubungkanlah orang yang bijaksana dan orang yang bodoh dalam kehidupan keluarga! 4. Apakah yang harus dilakukan agar kehidupan keluarga menjadi kokoh dan kuat? Angka Perceraian di Indonesia, Terus Meningkat Sabtu, 14 September 2013 – 19 36 Teraspos – Angka perceraian di Indonesia tiap tahunnya terus meningkat. Setiap tahunnya bisa mencapai 212. 000 kasus. “Angka tersebut jauh meningkat dari 10 tahun yang lalu, yang mana jumlah angka perceraian hanya sekitar 50. 000 per tahun, ” ujar Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Sabtu 14/9. Pihaknya pun merasa prihatin dengan tingginya angka perceraian tersebut. Apalagi, lanjut dia, hampir 80 persen yang bercerai adalah rumah tangga yang usianya terbilang muda. “Usia rumah tangga relatif masih muda dengan anak yang masih kecil. Hal ini akan menimbulkan dampak sosial. ” Selain itu, hampir 70 persen perceraian yang terjadi adalah cerai gugat. Dengan kata lain, Nasaruddin menilai lebih banyak perempuan yang mengajukan gugatan perceraian. “Dengan adanya perceraian setidaknya memunculkan masalah baru, yakni kemiskinan, ” tambah dia. Dari berbagai macam alasaan perceraian, ada satu yang mungkin tidak masuk akal. Alasan perbedaan pandangan politik saat ini tren. “Ini sungguh tidak masuk akal, namun itu terjadi, ” katanya. Diambil dari http //nasional. teraspos. com/read/2013/09/14/ 60412/angka-perceraiandi-indonesiaterusmeningkat Tuhan menginginkan keluarga memiliki hubungan yang kuat terikat dengan Kristus. Realita yang terjadi dalam kehidupan orang Kristen adalah sangat sulit untuk mempraktekkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. • Berapa banyak waktu yang keluargamu gunakan untuk merenungkan firman Allah? • Berapa banyak waktu yang keluargamu gunakan untuk mengenal Allah dalam komunikasi bersama? • Bagaimanakah keluargamu melakukan kehendak Allah secara konkret? • Apa yang harus dilakukan agar keluarga kamu benar-benar hidup di dalam Kristus? • Bagaimana keluarga mengandalkan Kristus sepenuhnya untuk menopang kehidupan keluarga? • Sikap apa yang harus kamu lakukan untuk mendukung keluargamu agar tetap bertumpu kepada Kristus sebagai fondasi keluarga? Matius 7 24 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu. ” Matius 7 26 “Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan. Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir” Lalu apa yang jadi tanggung jawab anak terhadap keluarga? ? ? KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA 2017Pendidikan Agama Kristendan Budi Pekerti SMA/SMK XIKELASHak Cipta © 2017 pada Kementerian Pendidikan dan KebudayaanDilindungi Undang-UndangDisklaimer Buku ini merupakan buku siswa yang dipersiapkan Pemerintah dalam rangkaimplementasi Kurikulum 2013. Buku siswa ini disusun dan ditelaah oleh berbagai pihak dibawah koordinasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, dan dipergunakan dalam tahapawal penerapan Kurikulum 2013. Buku ini merupakan “dokumen hidup” yang senantiasadiperbaiki, diperbaharui, dan dimutakhirkan sesuai dengan dinamika kebutuhan danperubahan zaman. Masukan dari berbagai kalangan yang dialamatkan kepada penulis danlaman atau melalui email [email protected] diharapkandapat meningkatkan kualitas buku Dalam Terbitan KDT Indonesia. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti/ Kementerian Pendidikan dan . Edisi Revisi Jakarta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, 2017. vi, 154 hlm. ilus. ; 25 SMA/SMK Kelas XIISBN 978-602-427-050-6 jilid lengkapISBN 978-602-427-052-0 jilid 21. Kristen - Studi dan Pengajaran I. JudulII. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 230Penulis Dien Sumiyatiningsih dan Robert P. Borrong, Binsar J. Pakpahan, Daniel Stefanus, dan Isak John Paulus AbinenoPenyelia Penerbitan Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Ke-1, 2014 *4/ KJMJE Cetakan Ke-2, 2017 Edisi Revisi Disusun dengan huruf Myriad Pro, 11 Pengantar Puji dan syukur ingin diungkapkan kepada Tuhan Yesus Kristus, Sang GuruAgung, yang hanya karena penyertaan dan anugerah-Nya, maka buku PendidikanAgama Kristen PAK dan Budi Pekerti edisi revisi untuk kelas XI ini bisa diselesaikan. Pendidikan Agama Kristen sejak awal sesungguhnya sudah memiliki tempatyang penting dalam dinamika perkembangan komunitas Kristen. MelaluiPendidikan Agama Kristen Tuhan berkenan untuk mengajar, memelihara, sertamengembangkan komunitas Kristen. Dalam buku PAK kelas XI ini secara khususpara siswa akan dipandu untuk menjadi pribadi yang dewasa dan menghayatiperan Allah dalam kehidupan keluarga. Para pemuda juga disiapkan untukmemahami makna suatu penikahan dan keluarga Kristen. Di tengah perubahansosial yang seringkali mengancam eksistensi keluarga Kristen, para pemudaKristen dipanggil untuk berpegang teguh pada imannya dalam menghadapi gayahidup modern, sekaligus dapat memanfaatkan perkembangan ilmu pengetahuan,budaya, seni, dan teknologi. Buku Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti Kelas XI ini ditulis denganmendasarkan pembelajaran pada rumusan kompetensi yang mencakupranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Untuk mencapai tujuan tersebutditegaskan, ranah pengetahuan digunakan untuk mengembangkan sikapspiritual agar menjadi remaja yang beriman, dan sikap sosial agar menjadi remajadengan akhlak mulia. Kompetensi Dasar yang digunakan sebagai acuan dalampengembangan/revisi buku PAK ini sesuai dengan tuntutan kurikulum 2013, dimana siswa didorong untuk mencari sumber belajar lain yang lebih variatif dankaya yang tersedia secara luas disekitarnya. Hasil secara maksimal pelaksanaan kurikulum 2013 ini sesungguhnya sangattergantung dari kerja sama berbagai pihak. Dalam konteks ini, guru PAK yangkreatif memiliki peran sentral untuk meningkatkan dan menyesuaikan daya serapsiswa dengan ketersediaan kegiatan-kegiatan yang didesain secara relevan padabuku ini. Meskipun demikian, dukungan nyata dari para stakeholder pemangkukepentingan yaitu kepala sekolah dan para pengawas PAK sangat tua juga perlu terlibat dalam pemakaian buku ini, karena banyak waktusiswa dialokasikan di rumah. Dalam perspektif Alkitab, orang tua menjadi pendidikyang pertama dan utama bagi anak-anaknya Akhir kata, diucapkan banyak terimakasih atas prakarsa dan dukunganpemerintah, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, sehinggabuku ini dapat hadir pada khasanah pendidikan menengah. Kami mengundangpara pembaca kiranya berkenan memberikan kritik dan saran untuk perbaikanbuku di masa Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti iiiiOS segera hadirUnduh buku lainnyamelalui aplikasi. BSE dilengkapi dengan daftar isi untuk memudahkan juga majalah, tabloid, buku dan koran yang lebih hemathingga 80% dibanding edisi aplikasi myedisi reader BSE terbaru belum tersedia di myedisi? Sampaikan melalui email [email protected]Daftar IsiKata Pengantar .............................................................................................. iiiDaftar Isi ......................................................................................................... ivBab I Tuhan Pedoman Kehidupan Keluargaku ......................................... 1 A. Pengantar .............................................................................................................. 1 B. Uraian Materi ........................................................................................................ 2 1. Pengertian Keluarga ...................................................................................... 2 2. Fungsi Keluarga ............................................................................................... 4 3. Peran Allah dalam Kehidupan Keluarga ................................................. 6 4. Allah dan Keluargaku ..................................................................................... 8 5. Melibatkan Tuhan dalam Kehidupan Keluarga .................................... 9 C. Penutup .................................................................................................................. 10Bab II Keluarga Pusat Utama Pendidikan .................................................. 13 A. Pengantar .............................................................................................................. 13 B. Uraian Materi ........................................................................................................ 14 1. Pengertian Pendidikan ................................................................................. 14 2. Pendidikan Kristen dalam Keluarga ......................................................... 15 3. Peran Keluarga dalam Proses Sosialisasi ................................................ 16 4. Peran Keluarga dalam Proses Edukasi ..................................................... 17 C. Penutup .................................................................................................................. 20Bab III Bertumbuh Sebagai Keluarga Allah ................................................ 21 A. Pengantar .............................................................................................................. 21 B. Uraian Materi ........................................................................................................ 23 1. Keluarga yang Bertumbuh ......................................................................... 23 2. Ciri-Ciri Pertumbuhan Keluarga Allah .................................................... 24 C. Penutup ................................................................................................................. 29Bab IV Keluarga yang Kuat, Melahirkan Pribadi yang Kuat ...................... 31 A. Pengantar .............................................................................................................. 31 B. Uraian Materi ........................................................................................................ 32 1. Keluarga yang Kuat ....................................................................................... 32 2. Kepribadian yang Kuat ................................................................................. 35 3. Karakter Bangsa yang Mendukung Karakter Kristen ......................... 37 C. Penutup................................................................................................................... 39Bab V Pernikahan dalam Perspektif Kristiani ............................................ 41 A. Pengantar .............................................................................................................. 41 B. Uraian Materi ........................................................................................................ 42 1. Pentingnya Persiapan Pernikahan ........................................................... 42 2. Hakikat Pernikahan Kristen ........................................................................ 43 3. Kasih dalam Keluarga Adalah Gambaran Cinta Kasih Tuhan ......... 45iv Kelas XI SMA/SMK4. Pentingnya Komunikasi dalam Pernikahan dan Keluarga ............. 46 5. Pernikahan Menuju Pada Realisasi “Gereja Keluarga” ..................... 48 C. Penutup ................................................................................................................ 51Bab VI Tanggung Jawabku Terhadap Keluarga ......................................... 53 A. Pengantar ............................................................................................................. 53 B. Uraian Materi ...................................................................................................... 54 1. Anak dalam Keluarga .................................................................................. 54 2. Tanggung Jawab Anak ............................................................................... 55 3. Taat Kepada Perintah Tuhan Menghormati Orang Tua .................. 60 C. Penutup ................................................................................................................ 63Bab VII Keadilan dan Perdamaian dalam Keluarga .................................... 65 A. Pengantar ............................................................................................................ 65 B. Uraian Materi ...................................................................................................... 66 1. Kebutuhan Terhadap Keadilan dan Perdamaian ............................... 66 2. Meneladani Tuhan Yesus ............................................................................ 68 3. Perdamaian dalam Keluarga .................................................................... 70 4. Masalah yang Dihadapi Kaum Muda .................................................... 73 5. Peran Keluarga .............................................................................................. 75 C. Penutup ................................................................................................................ 77Bab VIII Keluargaku dalam Gaya Hidup Modern ......................................... 79 A. Pengantar ............................................................................................................. 79 B. Uraian Materi ...................................................................................................... 80 1. Pengertian Gaya Hidup Modern.............................................................. 80 2. Bentuk Gaya Hidup Modern ..................................................................... 82 3. Peran Keluarga di Tengah Gaya Hidup Modern ................................ 83 C. Penutup ................................................................................................................ 86Bab IX Dampak Modernisasi Bagi Keluargaku .......................................... 89 A. Pengantar ............................................................................................................ 89 B. Uraian Materi ...................................................................................................... 90 1. Pengertian Modernisasi ............................................................................. 90 2. Berubahnya Berbagai Fungsi Keluarga ................................................ 91 3. Dampak Modernisasi Bagi Keluarga ..................................................... 92 4. Keluarga sebagai “Bejana Tanah Liat” di Tengah Dampak Modernisasi ................................................................................................... 94 C. Penutup ............................................................................................................... 96Bab X Relasi Bermakna Antara Keluarga, Gereja, dan Sekolahku ......... 99 A. Pengantar ............................................................................................................ 99 B. Uraian Materi ...................................................................................................... 99 1. Anak dan Pendidikan .................................................................................. 100 2. Tri Pusat Pendidikan .................................................................................... 100 3. Relasi Antara Sekolah dan Keluarga ...................................................... 102 4. Masalah Sosial dalam Kehidupan Remaja .......................................... 104 C. Penutup ................................................................................................................ 107 Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti vBab XI Home Sweet Home ......................................................................... 109 A. Pengantar ........................................................................................................... 109 B. Uraian Materi .................................................................................................... 109 1. Keluarga Ideal .............................................................................................. 109 2. Rumah Sebagai Tempat yang Nyaman ............................................... 110 3. Rumah Tempat Bersemainya Iman ....................................................... 112 C. Penutup ............................................................................................................... 116Bab XII Keluarga Kristen Menjadi Berkat Bagi Lingkungan ..................... 117 A. Pengantar ........................................................................................................... 117 B. Uraian Materi ..................................................................................................... 118 1. Perjanjian Lama ........................................................................................... 118 2. Perjanjian Baru ............................................................................................. 119 3. Peran Anak yang Menjadi Berkat ........................................................... 119 4. Keluarga Kristen yang Menjadi Berkat ................................................ 121 C. Penutup .............................................................................................................. 124Bab XIII Mensyukuri Anugerah Allah Lewat Perkembangan IPTEK .......... 125 A. Pengantar ........................................................................................................... 125 B. Uraian Materi ..................................................................................................... 126 1. Kemajuan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi .................................... 126 2. Dampak Positif dan Negatif dari Berkembangnya IPTEK .............. 127 3. Sikap dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK ............................. 130 C. Penutup ............................................................................................................... 132Bab XIV Remaja dan Cita-Citanya ................................................................. 133 A. Pengantar ............................................................................................................ 133 B. Uraian Materi ...................................................................................................... 134 1. Arti Sebuah Cita-Cita .................................................................................. 134 2. Motivasi Sebagai Faktor Meraih Masa Depan .................................... 136 3. Dasar Cita-Cita Remaja Kristen ................................................................ 137 C. Penutup ................................................................................................................ 139Daftar Pustaka ............................................................................................... 141Profil Penulis .................................................................................................. 144Profil Penelaah ............................................................................................... 146Profil Editor .................................................................................................... 150Profil Ilustrator ............................................................................................... 151vi Kelas XI SMA/SMKBab Tuhan Pedoman Kehidupan Keluargaku I Bahan Alkitab Kejadian 224, 1 Korintus 113, Yohanes 21-11A. Pengantar Berdoa Tuhan Yesus, kepala keluarga Engkau pedoman kehidupan setiap keluarga Dalam Diri dan firmanMu kutemukan pedoman keluarga Tolonglah kelas kami menemukan pedoman keluarga Roh Kudus tolonglah kami melakukannya Agar kami menjadi berkat bagi sesama terutama keluarga kami Puji syukur dan hormat untuk Allah pencipta semesta Amin. Bernyanyi Belajar dari lagu Lagu berikut merupakan salah satu lagu yang populer di tahun 2004 dalam sinetron Keluarga Cemara’ yang ditayangkan di salah satu stasiun televisi. Pernahkah kamu menonton sinetron ini? Jika belum pernah menonton bahkan belum mendengarkan kisahnya, tanya- kan pada guru kamu bagaimana cerita dalam sinetron tersebut. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 1“Harta Berharga”Harta yang paling berharga adalahkeluargaIstana yang paling indah adalahkeluargaPuisi yang paling bermakna adalahkeluargaMutiara tiada tara adalah keluargaSelamat pagi Emak, selamat pagi Sumber Dokumen KemdikbudAbah Gambar Keluarga cemaraMentari hari ini berseri indahTerima kasih emak, terima kasih abahSumpah sakti perkasa dari kami putera-puteriyang siap berbakti*Sumber Setelah mendengarkan kisah sinetron Keluarga Cemara’ dan menyanyikanlagu bersama guru dan teman-temanmu, berikan yang saya dapat adalah ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………B. Uraian Materi1. Pengertian KeluargaKegiatan 1Curah PendapatKatakeluarga’bukan lagi istilah asing di telinga kita, bukan? Karena kita hidup danberkembang dalam keluarga serta bersama-sama dengan Kelas XI SMA/SMKBerikan pendapatmu atas pertanyaan-pertanyaan berikut!1. Apa yang dimaksud dengan keluarga? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………2. Apakah keluarga mempunyai arti yang sama dengan rumah tangga? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………3. Siapa sajakah anggota keluarga? ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………Banyak definisi yang berbeda tentang keluarga. Meskipun demikian, terdapatkesamaan dalam rumusan yangberbeda tersebut dan merupakan ciri-ciri pokok, yaknia. Keluarga merupakan kelompok atau persekutuan sosial yang paling Keluarga terbentuk apabila ada ikatan darah, perkawinan, atau Keluarga merupakan suatu per- sekutuan yang berawal dari dua orang yang berbeda jenis kelamin yang diikat dalam ikatan masyarakat dapat ditemukan Sumber Dokumen Kemdikbudbahwa keluarga terdiri atas dua bentuk, Gambar Keluarga inti terdiri dari bapak, ibuyaitu keluarga inti dan keluarga besar. dan anak-anak. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 3a. Keluarga inti nuclear family, conjugal family, basic family, yaitu kelompok yang terdiri dari ayah, ibu, dan Keluarga besar extended family, consanguine family, yaitu keluarga batih ditambah kerabat lain yang memiliki hubungan erat hubungan darah dan senantiasa dipertahankan, misalnya kakek, nenek, paman, bibi, sepupu, kemenakan, dan 2Mendalami Alkitab1. Identifikasikan keluargamu. Apakah termasuk keluarga inti atau keluarga besar?2. Apa keuntungan mempunyai keluarga batih?3. Apa kerugian mempunyai keluarga besar?2. Fungsi Keluarga Setiap anggota keluarga mempunyai tugas yang harus dilakukan baik sebagaiseorang anak maupun sebagai orang tuamu. Setelah sebuah keluarga terbentuk, anggota keluarga memiliki tugas masing-masing. Suatu pekerjaan yang harus dilakukan dalam kehidupan keluarga inilahyang disebut sebagai fungsi. Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Kebaktian keluarga sangat penting dan mengembangkan berbagai aspek kehidu- pan Kelas XI SMA/SMKAdapun fungsi keluarga menurut para sosiolog adalah sebagai Fungsi biologis yang berkaitan dengan pemenuhan yang bersifat biologis, misalnya, makan untuk memenuhi kebutuhan gizi keluarga serta memelihara dan merawat anggota keluarga secara Fungsi sosialisasi yang berhubungan dengan pembentukan kepribadian Fungsi afeksi yang berhubungan dengan kasih sayang, keintiman, perhatian, dan rasa aman yang tercipta dalam Fungsi edukatif yang berkaitan dengan mendidik anak dan menyekolahkan Fungsi religius yang mendorong dikembangkannya anggota keluarga menjadi insan-insan agama yang penuh ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Fungsi protektif yang memberikan tempat yang nyaman bagi anggota keluarga dan memberikan perlindungan secara fisik, ekonomis, maupun Fungsi rekreatif dengan tujuan untuk mencari hiburan, memberikan suasana yang segar dan gembira dalam lingkungan Fungsi ekonomis yang berkaitan dengan orang tua yang mencari sumber- sumber penghasilan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, dan pengaturan penggunaan penghasilan keluarga untuk memenuhi kebutuhan Fungsi status sosial yakni kedudukan atau status yang diwariskan kepada anak- anaknya. Selain fungsi keluarga yang sudah diuraikan di atas, ada juga fungsi keluargasebagai berikut. Menurut iman Kristen keluarga yang dipaparkan dalam Alkitabadalaha. Sebagai teman sekerja Allah dalam mengelola alam semesta dan segala isinya Kej. 128. Setiap manusia, termasuk keluarga bertanggung jawab untuk menjaga kelestarian alam, misalnya dengan memanfaatkan hasil alam untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan secukupnya, menjaga kebersihan dan keindahan alam, ramah terhadap lingkungan, dan Sebagai lembaga pendidik utama dan pertama Ul. 64-9. Yang pertama berarti belum ada lembaga lain yang dapat mendahului peran keluarga dalam pendidikan. Yang utama berarti belum ada lembaga lain yang mengungguli perannya dalam pendidikan. Dengan kata lain, keluarga menjadi lingkungan dasar penerapan nilai-nilai kehidupan sesuai dengan ajaran Sebagai wadah kepada semua anggota keluarga dalam mengekspresikan kasih, kesetiaan dan sikap saling menghormati Ef. 522-23; 61-3. Setiap anggota keluarga menciptakan lingkungan dalam keluarga yang harmonis dengan menghayati dan melakukan ajaran-ajaran Kristiani sehingga dapat terpancar dalam lingkungan masyarakat yang lebih luas. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 53. Peran Allah dalam Kehidupan KeluargaKegiatan 3Mendalami AlkitabTuhan merencanakan terbentuknya sebuahkeluarga karena Tuhan menciptakan manusiasepasang yakni laki-laki dan perempuan Manusia diciptakan berbeda tetapisatu kesatuan. Artinya, manusia diciptakandalam dua jenis kelamin. Dalam perbedaanitu manusia menjadi satu persekutuan yangluar biasa karena saling membutuhkan,saling mendukung, saling melengkapi. Tuhanmemberikan daya tarik yang luar biasa dalamdiri sebagai laki-laki dan perempuan sehinggamempunyai rasa suka yang membuat merekabertemu dan mengikat diri. Itulah cikal bakal Sumber membangun keluarga. Terdapat tiga landasan dalam membangun Gambar Keluarga baru, Tuhan Yesuskeluarga Kristen atau pernikahan Kristen sangat perduli kepada keluarga firman Allah yang terdapat dalam Kejadian 224.“Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya danbersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging”Diskusikan dengan teman di samping kamu dan berikan pendapat kalianmengenai tiga dasar keluarga Kristen berdasarkan teks Alkitab di atas!1. Jelaskan arti dari kalimat seorang laki-laki akan meninggalkan ayah dan ibunya! ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................2. Apakah yang dimaksud bersatu dengan istrinya? ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................6 Kelas XI SMA/SMK........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................3. Jelaskan pengertian satu daging dalam bagian ayat ini! ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................Kegiatan 4Pernikahan di Kana Keluarga sangat membutuhkan Tuhan dalam kehidupan mereka. TuhanYesus secara pribadi sangat mengasihi keluarga dan menyatakan diri sebagaiJuruselamat pada pernikahan di Kana Yoh. 21-11. Tuhan Yesus juga akanmenolong keluarga Kristen pada masa kini termasuk keluarga kamu di dalamsegala kesukaran, masalah, kekurangan, dan dosa-dosa. Hal ini merupakan rahasiaajaib bagi keluarga Kristen, yaitu bahwa kehidupan keluarga Kristen akan selalutertolong oleh suatu kesetiaan yang luar biasa dan oleh suatu anugerah yangtidak dapat kita pahami. Rasul Paulus menyebutkan bahwa keluarga Kristen harus hidup denganmenjadikan Kristus sebagai kepala keluarga 1 Kor. 113. Apa artinya? MenjadikanKristus sebagai kepala keluarga artinya menjadikan Kristus sebagai pedomankehidupan dan menjadikan seluruh ajaran Tuhan Yesus sebagai acuan dan teladanhidup berkeluarga. Berikan contoh ajaran Tuhan Yesus sebagai acuan dan teladan hidup dalamkeluargamu! ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... Jika Tuhan diutamakan, maka sukacita, kekuatan, kemenangan, danpenghiburan akan tinggal diam dalam keluarga. Kita perlu belajar dari kehidupankeluarga Kristiani jemaat perdana yang setiap hari sangat tekun dalam doa dan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 7usaha untuk menjalin hubungan dengan Tuhan Yesus dalam Kisah Para Rasul 246-47. Mereka selalu berkumpul bersama untuk berdoa dan merayakan perjamuan. Nilai dan ajaran kristiani yang ditanam dalam kehidupan keluarga akanterpancar keluar sehingga merangkul keluarga yang lain untuk tumbuh bersama,dikuatkan serta diteguhkan oleh Tuhan untuk berani tampil beda’ dan siapmenjadi saksi Kristus di tengah masyarakat di mana Tuhan menempatkan Allah dan Keluargaku Seorang anak mempunyai dua dimensi kehidupan yang sedang dan akandijalani. Di satu sisi, anak yang berkembang menjadi remaja berada dalamposisi sebagai salah satu anggota keluarga. Di sisi yang lain, kelak ia juga akanmembentuk keluarga baru pada masa yang akan datang. Oleh karena itu, seoranganak perlu disiapkan sejak dini melalui berbagai pengalaman yang diturunkandalam keluarga. Sadarkah kamu bahwa keadaan keluarga pada masa kini di lingkungan tempatkita berada terdapat banyak masalah dan pergumulan yang dihadapi? Angkaperceraian yang terus meningkat, banyaknya kasus perselingkuhan, banyaknyaanak dan remaja yang terjerumus dalam jebakan narkoba dan minuman keraskarena sendi-sendi keluarga kristiani yang hancur, dan sebagainya. Berkaitan dengan hal tersebut, keluarga Kristen pada masa kini perlu menyadariperanannya dengan cara merefleksikan nilai-nilai kehidupan, berdasarkan Alkitabatau pemahaman iman kristen sehingga menjadi perpanjangan tangan Allahdalam kehidupan keluarga Kristen secara peranan keluarga Kristen antara laina. Keluarga sebagai pusat pembentukan kehidupan rohani. Dari keluarga kita mempelajari pola-pola hubungan akrab dengan orang lain, nilai-nilai, ide dan perilaku yang juga didukung oleh sekolah, gereja, dan kelompok masyarakat lain yang berperan membentuk jati diri dan kehidupan Keluarga sebagai tempat bernaung kudus. Maksudnya adalah keluarga merupakan tempat penerimaan, pembinaan, pertumbuhan yang member- dayakan anggota-anggota keluarga untuk berperan serta dalam tindakan kasih dan penyelamatan Allah yang terus Keluarga yang mencerminkan kasih Allah secara holistik baik fisik, mental/ emosional, sosial, spiritual/rohani kepada para Keluarga sebagai pencerita yang menceritakan karya-karya Allah di dalam keluarga sebagai kabar Kelas XI SMA/SMKKegiatan 5Membuat KomitmenTuliskan sebuah komitmenmu untuk menjunjung tinggi nilai kristiani dalamkeluarga dan setelah selesai bacakanlah di depan kelas agar diketahui oleh gurudan teman-temanmu!5. Melibatkan Tuhan dalam Kehidupan Keluarga Dalam keluarga Kristen, ada hal khas yang berkaitan dengan peran Tuhandalam keluarga. Peran Tuhan itu melingkupi seluruh aspek kehidupan keluargamaupun pribadi seperti kebutuhan keluarga akan berkat Tuhan, pengampunan,serta pembaharuan hidup oleh Berkat Tuhan Pengertian berkat Tuhan cakupannya sangat luas, bukan hanya sekedar uang atau hal material lainnya. Berkat Tuhan juga meliputi kesehatan, sukacita, damai sejahtera, kemenangan, umur panjang, kebahagiaan, dan sebagainya. Berkat Tuhan adalah bentuk penyertaan Tuhan seperti yang dijanjikan dalam Alkitab kepada orang-orang yang berkenan kepada-Nya, misalnya Abraham yang diberkati Tuhan dalam segala hal Kej. 241, Obed-Edom beserta keluarganya diberkati Tuhan karena membiarkan tabut Tuhan tinggal dalam rumah mereka 2 Sam. 611. Berkat Tuhan juga akan diterima oleh keluarga Kristen pada masa kini, yang tetap setia berpedoman dan berpegang kepada Tuhan, seperti ucapan berkat yang ditulis dalam Bilangan 6 Pengampunan Tuhan Tak seorang pun yang hidupnya sempurna di dunia ini. Kita berbuat dosa di dalam pikiran, perkataan, maupun perbuatan. Tahukah kamu, karena dosa- dosa kita itu Tuhan Yesus dihukum sampai mati di atas kayu salib? Kematian- Nya merupakan tanda kasih yang sangat besar kepada umat manusia sebagai Tuhan Yang Maha Pengampun Ef. 17. Seperti Tuhan yang mengampuni, kita sebagai orang Kristen harus bisa mengampuni orang yang bersalah kepada kita. Pengampunan adalah sesuatu yang sangat indah, karena selalu membawa kedamaian, keharmonisan, menumbuhkan persekutuan dan hubungan yang baik dengan sesama, sehingga pengampunan ini menjadi salah satu kekhasan keluarga Kristen yang menjadikan Tuhan sebagai pedoman kehidupan keluarga. Bisa dibayangkan jika dalam kehidupan keluarga Kristen, baik antara orang tua dengan anak, maupun antara anak-anak tidak bisa saling Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 9mengampuni dan memaafkan, maka yang tumbuh dalam kehidupan keluarga adalah rasa kepahitan, ketidakharmonisan, kebencian yang sama sekali tidak menunjukkan kehadiran Pembaharuan oleh Tuhan Pembaharuan oleh Tuhan sering disebut juga dalam kekristenan sebagaihidup baru’. Artinya, manusia memulai kehidupan yang lebih baik dan berarti di dalam Kristus. Kristus masuk dan berdiam dalam kehidupan manusia yang baru, yang tidak sama dengan kehidupannya yang lama. Pembaharuan oleh Tuhan dalam keluarga kita akan dirasakan dalam arah dan tujuan kehidupan keluarga yang sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan. Orientasi keluarga bukan hanya kepada kehidupan keluarga sendiri, tetapi berpusat hanya kepada Kristus. Seperti dalam Efesus 417-20, kehidupan yang diperbaharui oleh Tuhan bukan lagi kehidupan dengan pikiran yang sia-sia, hidup dalam persekutuan yang jauh dari Allah, hidup dalam kedegilan hati, melainkan kehidupan yang mengerti siapa Allah dan apa yang menjadi kehendak-Nya dalam hidup keluarga kita. Oleh karena itu, dalam kerendahan hati kita perlu datang kepada Tuhanbersama dengan keluarga kamu, mohon Tuhan berkenan hadir dan membaharuikehidupan pribadi dan keluarga setiap hari. Dengan demikian,Tuhan yang menjadipedoman kehidupan keluarga akan memberi sukacita dan damai sejahtera,sehingga keluarga Kristen dapat menjadi berkat dan kesaksian bagi sesama 6Penugasan Berbagi pengalamanTugas ini diselesaikan di rumah dan bisa ditanyakan pada kedua orang pengalaman tentang peran Tuhan dalam kehidupan bersama keluargayang pernah kamu rasakan!C. PenutupRangkuman1. Keluarga Kristen merupakan keluarga yang mencerminkan kehidupan yang dilandasi oleh kasih dan sikap takut akan Kelas XI SMA/SMK2. Keluarga berperan sebagai pusat pembentukan kepribadian anggota keluarga secara holistik fisik, mental/psikis, spiritual dan sosial, serta menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam menjaga alam Keluarga Kristen yang menjadikan Kristus sebagai pedoman dan sebagai Kepala keluarga berarti menjadikan seluruh ajaran Tuhan Yesus sebagai acuan hidup berkeluarga yang akan membawa kesaksian bagi Emas Yosua 2415b1. Lengkapilah bagian yang kosong di bawah ini! “Tetapi ____________ dan seisi rumahku, ____________ akan ____________ kepada TUHAN!”2. Secara bergantian dengan teman di samping kamu, hafalkanlah ayat tersebut!3. Pahami dan refleksikanlah makna ayat tersebut bagi kamu!Bernyanyi KJ 451 – Bila Yesus Berada di Tengah Keluarga”Bila Yesus berada di tengah keluarga,Bahagialah kita, bahagialah kita! Bila Yesus berkuasa di tengah keluarga, Pasti kita bahagia, pasti kita kasih Tuhan Yesus atas pelajaran hari iniKeluargaku adalah berkat ilahiEngkau telah menjaga keluargaku sampai kiniFirman dan anugerah-Mu kiranya dapat kami hayatiIsilah hidup remaja kami, melakukan kehendak IlahiAjarilah keluarga kami dapat saling mendukung dan mengasihiSebagaimana Engkau kehendakiAmin. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 11Bab Keluarga Pusat Utama PendidikanII Bacaan Alkitab Ulangan 64-9, 2 Timotius 13-10A. Pengantar Berdoa Perempuan Tuhan terima kasih untuk keluarga yang Tuhan berikan karena Melaluinya aku hadir dan dipelihara Laki-laki Tuhan terima kasih untuk keluarga yang Tuhan berikan karena Melaluinya Engkau mendidik dan memimpin kami Perempuan Bapak, ibu adalah karunia tak terhingga Melalui mereka aku belajar bersikap baik di tengah masyarakat Laki-laki Kakak dan adikku adalah karunia yang tak terhingga Melalui mereka aku belajar mengasihi dan menerima orang lain Semua Berkatilah keluargaku dalam keberadaan kami di tengah dunia ini. Amin. Bernyanyi Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 13Pada pelajaran sebelumnya, kamu telah belajar tentang Tuhan pedomankehidupan keluargaku. Ketika Tuhan menjadi pedoman keluarga, berarti anggotakeluarga harus melakukan peran dan tanggung jawab masing-masing sesuaidengan kehendak dan pahamilah ayat Alkitab berikut! Ulangan 67 “Haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang pada kepada anak-anakmudan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkausedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun.”Kemukakan menurut pendapat kamu, apa pesan yang terdapat dalam ayat Alkitabini. …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………B. Uraian Materi1. Pengertian PendidikanKegiatan 1Curah PendapatTahukah kamu apa pengertian pendidikan? Apakah pendidikan sama dengansekolah? …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………14 Kelas XI SMA/SMK2. Pendidikan Kristen dalam Keluarga Setujukah kamu dengan pernyataan bahwa keluarga sebagai pusat utamapendidikan? Kemukakan alasan atas jawaban yang kamu berikan! …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… …………………………………………………………………………………… Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Belajar bersama adalah kesempatan yang menyenangkan Peranan keluarga orang tua tidak hanya sebatas melahirkan, memenuhikebutuhan sandang, pangan, dan papan, tetapi juga memberikan pendidikanyang baik bagi anak-anak. Tugas orang tua sebagai pendidik berakar daripanggilan sebagai suami-istri untuk berpartisipasi dalam tugas penciptaan itu sangat penting bagi orang tua untuk menciptakan lingkungan keluargayang dipenuhi oleh kasih sayang terhadap sesama dan Tuhan Allah sehinggamenunjang perkembangan pribadi anak sesuai dengan nilai-nilai Kristen. Keluarga Kristen tentu harus memberikan pendidikan Kristen kepada anggotakeluarga, yakni pendidikan yang bercorak, berdasar, dan berorientasi pada nilai-nilai kristiani. Selain itu juga mengupayakan perubahan, pembaharuan anggotakeluarga secara pribadi, maupun bersama oleh kuasa Roh Kudus sehinggakeluarga hidup sesuai dengan kehendak Allah sebagaimana yang dinyatakandalam Alkitab. Pendidikan secara kristiani memanggil setiap anggota keluargauntuk meneladaniYesus sebagai Guru Agung yang menjadi teladan bagi pengikut-Nya, agar memiliki pemahaman serta relasi yang benar, mendalam, dan pribadidengan Tuhan Yesus Kristus. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 15Kegiatan 2Menjawab Pertanyaan1. Mengapa orang tua berperan sangat penting dalam keluarga?2. Bagaimana pendapatmu kalau karena kesibukan atau keterbatasan tertentu orang tuamu tidak mampu melakukan pendidikan kristiani kepada anak- anaknya?3. Apa yang dapat kamu lakukan supaya keluargamu dapat menerima pendidikan Kristiani?3. Peran Keluarga dalam Proses SosialisasiSeorang bayi yang lahir ke du-nia merupakan satu makhluk hi-dup kecil yang penuh dengan ke-butuhan fisik dan masih sangatbergantung kepada orang lahir ke dunia dalam keadaantidak mengetahui apa-apa, tetapiseiring dengan pertumbuhannya, iaakan belajar berbicara, berjalan, danmulai melakukan aktivitasnya secaramandiri, misalnya makan sendiri dan Sumber sendiri. Selanjutnya dia perlu Gambar Anak belajar dalam keluarga melalui prosesbanyak belajar tentang segala sesuatu keteladanan atau dikenal dengan proses sosialisasiagar kehidupannya menjadi lebih maju, misalnya mempelajari sikap, nilai, normayang berlaku dalam komunitas dimana ia berada. Proses inilah yang merupakan proses belajar seseorang, di mana orang tua, per-sekutuan, atau masyarakat meneruskan pengetahuan, kebiasaan, maupun nilai-nilai dalam lingkungannya. Proses sosialisasi ini mempunyai peranan yang sangatpenting karena sangat membantu dalam pembentukan kepribadian seseorang,termasuk dalam membentuk identitas iman dalam keluarga, proses sosialisasi dilakukan dengan memberikan pengajaranmelalui memberi contoh dan menirukan serta melalui pemberian model bagianak. Oleh karena itu, setiap anak memerlukan kehadiran orang tuanya sebagairole model atau model percontohan yang melaluinya anak bisa belajar. Dalamkeluarga Kristen, proses sosialisasi memiliki dasar Alkitab atau landasan akan iman Kristen pertama-tama harus dilakukan secara sungguh-sungguh oleh orang tua, sehingga anak-anak dapat bertumbuh menjadi orangyang beriman kepada Kelas XI SMA/SMKDalam Alkitab, keluarga Timotius merupakan salah satu contoh keluarga salehkarena orang tuanya telah menurunkan iman kepada Tuhan Yesus secara turuntemurun 2 Tim. 15. Ini merupakan contoh keluarga Kristen yang dapat diterapkandalam kehidupan keluarga Kristen modern pada masa Peran Keluarga dalam Proses Edukasi Dalam proses pendewasaan seorang anak secara holistik, proses sosialisasi sajatidak cukup, namun juga dibutuhkan proses edukasi. Proses sosialisasi berbedadengan proses edukasi dalam keluarga. Proses edukasi artinya pendidikan yangdiberikan secara sengaja, terencana, dan terstruktur agar tercipta individu yangkritis dalam menyikapi dampak sosialisasi yang ada, termasuk dalam membawaorang kepada kedewasaan iman. Dewasa ini tanggung jawab keluarga untukmendidik anak sebagian besar atau bahkan mungkin seluruhnya telah diambilalih oleh lembaga pendidikan lain, misalnya sekolah dan gereja. Keluargacenderung sibuk dengan tanggung jawab lain, sehingga melupakan peranutamanya sebagai pendidik pertama bagi anak-anak dan merasa cukup denganmemberikan tanggung jawab pendidikan anak-anak kepada pihak lain sekolah,pembantu, lembaga tertentu. Apakah benar demikian? Sumber Gambar Alangkah indahnya apabila orang tua memiliki waktu untuk belajar bersama anak. Pengawasan dari orang tua terhadap anak mulai melemah, padahal peran orangtua menjadi sangat penting terutama dalam proses pengawasan dan pengendaliantersebut. Dalam tahap ini orang tua mulai berperan sebagai agent of social controlagen kontrol sosial terhadap anak-anaknya, sehingga nilai-nilai kehidupanyang dijalani tidak bertentangan dengan nilai-nilai kristiani yang ditanamkan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 17sejak kecil. Nilai-nilai kristiani yang menonjol adalah kasih, keadilan, kesetaraan,pengampunan, penebusan, penyelamatan oleh Allah, pertobatan, mengasihiTuhan dengan segenap hati, serta mengasihi sesama seperti mengasihi diri orang tua yang baik bukan berarti menyetujui atau membenarkan danmengiyakan semua yang dikehendaki oleh anak. Orang tua harus bisa memilahmana hal yang diperbolehkan dan mana yang tidak diperbolehkan. Melaluikesaksian hidup kristiani yang diilhami oleh nilai-nilai Kristen akan mengantaranak secara efektif untuk semakin mengenal dan mencintai 3Isilah tabel berikut dengan contoh-contoh konkret peran keluarga dalam prosessosialisasi dan edukasi!Peran Keluarga dalam Proses Peran Keluarga dalam Proses Sosialisasi Edukasi1. 4Belajar dari TimotiusBaca dan pahamilah 2 Timotius 13-10, kemudian bersama teman kamu berikanjawaban atas pertanyaan berikut!1. Siapakah Timotius itu? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................18 Kelas XI SMA/SMK2. Bagaimana latar belakang kehidupan keluarga Timotius yang mempengaruhi imannya kepada Tuhan Yesus Kristus? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................3. Apa pesan Paulus kepada Timotius? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................4. Pelajaran apa yang dapat diambil dari kehidupan Timotius dan keluarganya? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................Kegiatan 5PenugasanDiskusikan dengan kedua orang tuamu di rumah dan jawaban akan dibahas padapertemuan yang akan datang!1. Apakah keluargamu telah menjalankan perannya dalam proses sosialisasi dan edukasi secara efektif?2. Apa yang dapat dilakukan keluarga untuk memperdalam pembentukan nilai- nilai kristiani bagi anggota keluarga, misalnya nilai keadilan, perdamaian, kasih, dan persekutuan?3. Bagaimana sikap keluarga ketika diperhadapkan dengan kenyataan semakin maraknya tawuran antara pelajar, free sex, peredaran dan pemakaian obat terlarang, serta kejahatan dan kriminalitas remaja berkaitan dengan penanaman nilai-nilai kristiani yang mengancam kehidupan anak-anak? Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 19C. PenutupRangkuman1. Keluarga sebagai pusat pendidikan mengarah kepada pembentukan satu pribadi secara utuh atau holistik mencakup aspek rohani atau spiritual, psikis atau mental, fisik serta sosial, dan orang tua merupakan guru dan pendidik pertama dan utama bagi Keluarga Kristen harus memberikan pendidikan Kristen kepada anggota keluarga, berupa pendidikan yang bercorak, berdasar, dan berorientasi pada nilai-nilai kristiani sebagai usaha yang ditopang secara rohani dan manusiawi untuk meneruskan pengetahuan, sikap, keterampilan, dan tingkah laku yang bersesuaian dengan iman Pendidikan secara kristiani memanggil setiap anggota keluarga untuk meneladani Tuhan Yesus sebagai Guru Agung yang menjadi teladan bagi pengikut-Nya, agar memiliki pemahaman serta relasi yang benar, mendalam dan sangat pribadi dengan Tuhan Yesus EmasLengkapilah ayat Alkitab berikut dan hafalkanlah! Amsal 2917 “_______________ anakmu, maka ia _______________ memberikan _______________ kepadamu, dan mendatangkan _______________ kepadamu”BernyanyiPilihlah lagu yang berkaitan dengan keluarga untuk dinyanyikan bersama!Kalau bisa, sesuaikan dengan bahasa daerah oleh seorang teman di kelas untuk menaikkan doa syukur atas keluargayang dimiliki sebagai anugerah Kelas XI SMA/SMKBab Bertumbuh Sebagai Keluarga AllahIII Bacaan Alkitab Yohanes 151-8; Lukas 84-15, Mazmur 11-6A. Pengantar Berdoa Terima kasih Tuhan untuk pelajaran hari ini Kami belajar menjadi keluarga Allah Bukan karena hubungan darah, juga bukan karena kekerabatan Namun karena kasih-Mu dan karena baptisan dalam nama-Mu Kami diikat menjadi keluarga Allah Keluarga surgawi yang Tuhan kehendaki Engkau sebagai pusat pertumbuhan dan perubahan Menuju pada kesempurnaan ragawi dan rohani Tolonglah kami agar selalu bertumbuh sebagai keluarga Allah Amin. Bernyanyi Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 21Sebelum membahas lebih jauh mengenai pelajaran ini, berilah tanggapan kamuatas pertanyaan kamu, apa yang dimaksud dengan keluarga yang berbahagia? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... Sumber Dokumen Kemdikbud Gambar Bagaimana rasanya bercengkerama bersama keluarga? Sangat menyenangkan dan selalu didambakan. Setiap orang mempunyai definisi masing-masing tentang keluarga yangberbahagia. Mungkin ada yang berpikir bahwa keluarga yang berbahagia adalahkeluarga yang berkecukupan secara ekonomi. Mungkin ada juga yang berpikirbahwa keluarga yang berbahagia adalah keluarga yang terpandang. Banyak orangsekarang ini cenderung untuk mengukur dan menilai sebuah kebahagiaan denganapa yang bisa dilihat oleh mata atau materi, sehingga tidak heran jika banyakorang yang bekerja sangat keras, membanting tulang demi menyejahterakankeluarganya. Hal ini tidak salah, namun menjadi salah jika mereka menghalalkan22 Kelas XI SMA/SMKsegala cara untuk memenuhi keinginannya. Banyak orang yang mengambil jalanpintas untuk memperoleh banyak harta kekayaan dan status sosial yang tinggimisalnya, dengan cara korupsi. Hal yang tidak benar, bukan?B. Uraian Materi1. Keluarga yang BertumbuhKegiatan 1Mengenal Diri Sendiri Amatilah dan kenalilah diri kamu sendiri secara mendalam! Apakah adaperkembangan yang terjadi dalam setiap aspek kehidupan kamu baik secara fisik,intelektual, emosi, sosial, dan spiritual?Perkembangan Fisik ........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Perkembangan Intelektual ...........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Perkembangan Emosi .....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Perkembangan Sosial .....................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................Perkembangan Spiritual ................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................ Setiap individu mengalami pertumbuhan yang berbeda dan secara terusmenerus dalam seluruh aspek, karena pertumbuhan bersifat individual. Perbedaaninilah yang membuat satu individu dengan individu yang lain menjadi unik. Karenaitu cintailah diri kamu sebagaimana kamu adanya. Apabila kamu sudah memaknaidiri kamu secara objektif, maka dengan mudah kamu dapat memahami orang lain. Keluarga sebagai sekumpulan individu yang terbentuk dari pernikahan jugamengalami pertumbuhan. Dalam kehidupan keluarga Kristen, setiap anggotakeluarga yang mau bertumbuh bersama memiliki syarat utama. Apakah itu? Syaratutamanya adalah harus berada dalam ajaran Tuhan Yesus Kristus. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 23Paling tidak, ada dua hal yang harus dilakukan supaya keluarga menjadi keluargaKristen yang bertumbuh. Pertama, hidup saling mengasihi dan menghormati agardapat menciptakan iklim keluarga yang penuh damai. Kedua, tetap berpegangkepada Tuhan dan percaya pada pemeliharaan Tuhan. Tahukah kamu, apa dasar kebahagiaan keluarga dalam ajaran Kristen? Dalam ajaran Kristen, yang menjadi dasar kebahagiaan keluarga bukanlahmateri, tetapi sikap takut akan Tuhan. Sia-sialah usaha manusia yang mengumpul-kan banyak harta duniawi siang dan malam, tetapi tidak menempatkan Tuhandalam hidupnya sebagai prioritas utama dengan bersandar pada kebenaranfirman Tuhan sehingga bertumbuh makin menyerupai Kristus dalam setiap Ciri-Ciri Pertumbuhan Keluarga Allah Apa yang kamu pahami dengan bertumbuh sebagai keluarga Allah? Bertumbuh sebagai keluarga Allah berarti keluarga bertumbuh di dalam Kristusyang mempunyai makna lebih mengenali Dia, lebih mengasihi, dan Kristen merupakan pusat dan tujuan dari perjanjian Allah, yakni untukmenjadi saksi bagi dunia. Karena itu di dalam anugerah Allah, kita sebagai anggotakeluarga Kristen harus melakukan yang terbaik dalam membangun keluarga yangberkenan kepada Allah. Keluarga yang berkenan kepada-Nya adalah keluargayang berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Kristus. Seperti pengajaran TuhanYesus yang menggambarkan bahwa Allah memiliki tujuan yang jelas bagi setiapmanusia ciptaan-Nya termasuk keluarga, yaitu agar umat manusia bertumbuh,lalu menghasilkan buah Yoh. 151-8.Kegiatan 2 Gambar BDiskusi dan SharingPerhatikan gambar di bawah ini! Gambar AGambar Tuhan Yesus menghendaki kita Gambar Ranting anggur yang tidaksebagai ranting anggur yang baik yang “berbuah” artinya tidak mempunyai makna“berbuah” untuk Tuhan dan sesama. Kelas XI SMA/SMKDiskusikan dengan teman sebangkumu!Bandingkan dua gambar di atas dan analisis mengapa ranting anggur padagambar A lebih subur dibandingkan dengan ranting anggur pada gambar B! ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................Diskusi kelompok, antara 3-4 siswa dengan pertanyaan1. Menurut kalian, mengapa keluarga Kristen disebut sebagai keluarga Allah?2. Sebutkan ciri-ciri Keluarga Allah?3. Bagaimana peran serta remaja untuk meningkatkan keluarga agar dapat menjadi “Keluarga Allah”? Untuk bertumbuh dan menghasilkan buah yang berkualitas, diperlukan akaryang kokoh yang mampu memberikan asupan yang baik bagi pertumbuhan. Marikita pahami penjelasannya satu per Berakar Berakar menunjuk pada pohon dan tanaman lain yang akarnya tertancap jauh di dalam tanah. Akar berfungsi untuk memungkinkan tanaman bertahan hidup dan untuk memperkuat atau memperkokoh berdirinya satu tanaman. Sama halnya dengan keluarga yang berakar dalam Kristus, sumber kehidupan. Keluarga yang mendasarkan dan menjadikan Kristus sebagai fondasi dalam kehidupan keluarga serta membiarkan Kristus menjadi Kepala keluarga yang memimpin kehidupan keluarga. Dengan demikian, keluarga akan mampu menghadapi setiap persoalan hidup yang menerpanya. Keluarga yang berakar dalam Kritus juga berarti 1 menjadikan firman Allah sebagai tempat tinggal keluarga, dan 2 menyampaikan pengalaman atau kesaksian iman para leluhur kepada anggota Bertumbuh Tanaman dikatakan bertumbuh apabila ia menampakkan perubahan. Kunci untuk bertumbuh bagi keluarga Kristen adalah mempelajari firman Tuhan, memperkatakan firman Tuhan, dan melakukan firman Tuhan dalam hidup sehari-hari. Beberapa aspek pertumbuhan dalam keluarga 1 Keluarga sebagai tempat bernaung kudus, artinya keluarga harus bersikap kritis dan menolak terhadap nilai-nilai yang merusak budaya keluarga. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 252 Keluarga yang menyambut kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari, misalnya, menghadirkan simbol atau objek yang dapat mengingatkan kehadiran Allah salib, gambar Kristen, lagu rohani, dan lain-lain. 3 Keluarga yang mencari tuntunan Allah yang dilakukan dalam berbagai pertemuan dan kebaktian keluarga. 4 Keluarga yang menopang kehidupan religius/rohani masing-masing anggota keluarga. Terdapat hambatan yang menyebabkan orang tidak bertumbuh, yaitu banyak orang Kristen datang beribadah dan sangat senang mendengar khotbah, namun hanya sekadar untuk kepuasan intelektual, tanpa memiliki sukacita dan kerinduan yang besar untuk mempraktikkannya dalam kehidupan. Hambatan lain adalah responsnya terhadap firman 3Mendalami AlkitabBaca dan pahamilah Lukas 84-15, kemudian diskusikan pertanyaan berikut!1. Siapakah dan apakah yang diumpamakan Tuhan Yesus sebagai benih, tanah dan penabur dalam perumpamaan tentang seorang penabur? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................2. Jelaskan makna masing-masing benih yang jatuh di tanah yang berbeda dalam kaitan dengan hambatan yang menyebabkan seseorang atau keluarga tidak bertumbuh! a Benih yang jatuh di pinggir jalan ..................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... b Benih yang jatuh di tanah yang berbatu-batu ..................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... .....................................................................................................................................................26 Kelas XI SMA/SMKc Benih yang jatuh di tengah semak duri ..................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... d Benih yang jatuh di tanah yang baik ..................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... ..................................................................................................................................................... .....................................................................................................................................................3. Amatilah keluargamu secara kritis. Termasuk pada kelompok manakah keluargamu berada dalam proses pertumbuhan sebagai keluarga Allah? Kemukakan alasan kamu! ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................4. Apa yang dapat kamu lakukan bagi keluargamu untuk mendukung pertumbuhan keluarga kamu sebagai keluarga Allah berdasarkan Lukas 84-15? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................c. Berbuah Seperti pohon yang menghasilkan buah, kehidupan keluarga kita pun harus menghasilkan buah kalau kita sudah berakar dan bertumbuh sebagai keluarga Allah. Buah yang dikehendaki Allah untuk dihasilkan oleh keluarga adalah melakukan kehendak-Nya sehingga keluarga menjadi kesaksian bagi sesama di dunia ini. Buah yang dihasilkan dalam keluarga dapat berupa 1 Pencerminan kasih kepada Allah dalam kehidupan keluarga, sebagai perwujudan nyata realisasi keluarga Allah; 2 penerimaan dan komitmen dalam keluarga untuk saling mengasihi tanpa syarat; serta 3 pengukuhan dan dorongan antaranggota keluarga untuk menemukan kelebihan dan bakat masing-masing sebagai karunia Tuhan. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 27Kata growth yang berarti pertumbuhan memiliki makna yang dapat diterapkandalam kehidupan keluarga Go to God in daily prayer. Artinya, menghadap atau berkomunikasi kepada Allah dalam doa setiap Read God’s word everyday. Artinya, membaca firman Tuhan setiap Obey God moment by moment. Artinya, menaati Allah setiap Witness for Christ by our life and word. Artinya, memberi kesaksian tentang Kristus lewat kehidupan dan ucapan Trust God every detail of our life. Artinya, mempercayakan setiap detail kehidupan kita kepada Allah. Holly Spirit Allow Him to control and empower our daily life andH witness. Artinya, membiarkan Roh Kudus mengendalikan serta memberdayakan kehidupan serta kesaksian kita 4Berpikir Kreatif Sumber Gambar Orang benar diumpamakan seperti pohon yang ditanam di dekat aliran air yang berdaun lebat, berbunga, dan berbuah pada kelompok yang terdiri dari 3-4 orang. Diskusikan mengenai hal-hal apasaja dalam pertumbuhan keluarga yang termasuk dalam akar, batang, serta buahpada sebuah pohon? Kaitkan dengan bacaan Mazmur 11-6Jelaskan dengan menarik dan kreatif, kemudian presentasikan!28 Kelas XI SMA/SMKC. PenutupRangkuman1. Berakar, bertumbuh, dan berbuah di dalam Kristus adalah suatu hal yang diinginkan Tuhan terjadi pada setiap manusia ciptaan-Nya, termasuk keluarga. Individu dan keluarga tidak dapat bertumbuh dan berbuah kalau tidak berakar di dalam Kristus. Bertumbuh dalam hubungan dengan Kristus mempunyai makna lebih mengenali Dia, lebih mengasihi, dan Bertumbuh sebagai keluarga Allah berarti bertumbuh dalam pengenalan akan Allah melalui karya-Nya, firman-Nya, dan pengorbanan Anak-Nya sebagai korban tebusan keselamatan bagi umat EmasLengkapi dan hafalkanlah!Efesus 415 “Tetapi dengan ______________ berpegang kepada ______________ di dalam ______________ kita ______________ di dalam segala hal ke arah ______________, Kristus, yang adalah ______________.”BernyanyiLagu pop rohani Keluarga AllahKami datang dihadirat-MuMenikmati kasih-MuMembawa seisi rumahkuSujud menyembah-MuIni keluargaku TuhanBerkati dan lindungi semuaJagai ku dan seisi rumahkuSampai akhir hidupku TuhanKumau setia melayani-MuKubahagia jadi keluarga AllahBerdoaDoa dipimpin oleh guru atau peserta didik untuk mendoakan agar peserta didikdapat terus bertumbuh sebagai keluarga Allah. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 29Bab Keluarga yang Kuat, Melahirkan PribadiIV yang Kuat Bacaan Alkitab Matius 724-27, Kisah Para Rasul 242A. Pengantar Berdoa Dipimpin oleh salah seorang peserta didik. Bernyanyi Lagu Pop Rohani Ku Cinta K’luarga Tuhan Ku cinta k’luarga Tuhan Terjalin mesra sekali Semua saling mengasihi Betapa s’nang ku menjadi k’luarganya TuhanKegiatan 1Bacalah berita berikut! Angka Perceraian di Indonesia, Terus Meningkat Sabtu, 14 September 2013 - 1936 Teraspos - Angka perceraian di Indonesia tiap tahunnya terus meningkat. Setiap tahunnya bisa mencapai kasus. “Angka tersebut jauh meningkat dari 10 tahun yang lalu, yang mana jumlah angka perceraian hanya sekitar per tahun,” ujar Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar di Jakarta, Sabtu 14/9. Pihaknya pun merasa prihatin dengan tingginya angka perceraian tersebut. Apalagi, lanjut dia, hampir 80 persen yang bercerai adalah rumah tangga yang usianya terbilang muda. “Usia rumah tangga relatif masih muda dengan anak yang masih kecil. Hal ini akan menimbulkan dampak sosial.” Selain itu, hampir 70 persen perceraian yang terjadi adalah cerai gugat. Dengan kata lain, Nasaruddin menilai lebih banyak perempuan yang mengajukan gugatan perceraian. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 31“Dengan adanya perceraian setidaknya memunculkan masalah baru, yakni kemiskinan,” tambah dia. Dari berbagai macam alasaan perceraian, ada satu yang mungkin tidak masuk akal. Alasan perbedaan pandangan politik saat ini tren. “Ini sungguh tidak masuk akal, namun itu terjadi,” katanya. Diambil dari indonesiaterus-meningkatBerikan tanggapan kamu berkaitan dengan berita di atas!1. Berikan tanggapan kamu terhadap berita yang kamu baca berdasarkan nilai- nilai kasih dan kesetiaan! ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................2. Menurut kamu, mengapa kasus perceraian terus meningkat? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................3. Menurut pendapat kamu, bagaimana seharusnya tindakan keluarga Kristen terkait perceraian dalam keluarga? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................B. Uraian Materi1. Cara Membentuk Keluarga yang KuatKegiatan 2Belajar dari Alkitab Kamu tentu sudah pernah mendengar tentang kisah orang yang bijaksana danorang yang bodoh, bukan? Sekarang, baca dan pahamilah kisah tersebut dalamMatius 724-27, kemudian bersama teman kelompok yang terdiri dari 4-5 orangdiskusikan pertanyaan berikut!32 Kelas XI SMA/SMKa. Siapakah orang yang bijaksana dan siapakah orang bodoh? ............................................................................................................................................................ ............................................................................................................................................................ ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................b. Mengapa disebut orang bijaksana dan orang bodoh? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................c. Hubungkanlah orang yang bijaksana dan orang yang bodoh dalam kehidupan keluarga! ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ...........................................................................................................................................................d. Apakah yang harus dilakukan agar kehidupan keluarga menjadi kokoh dan kuat? ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... ........................................................................................................................................................... Membangun rumah diartikan sebagai Sumber kehidupan, termasuk ke- Keluarga besar bertemuhidupan keluarga. Supaya kehidupan ini bersama, akan tetapi sendiri juga indahkuat maka harus dibangun di atas dasaryang kokoh. Tuhan Yesus menyebut dasar iniadalah batu karang, yaitu Kristus sendiri. Jikakehidupan keluarga dibangun di atas Kristus,maka keluarga akan memiliki kehidupanyang kokoh, aman, dan selamat. Membangun di atas Kristus artinya,seluruh kehidupan keluarga bergantung se-penuhnya kepada Kristus. Seluruh bangunankehidupan keluarga bertumpu sepenuhnyakepada Kristus sebagai landasan hidupPendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 33keluarga. Kristus akan sepenuhnya menopang kehidupan keluarga Kristen dalammenghadapi berbagai persoalan kehidupan dan memampukan keluarga melewatiujian sehingga tetap kokoh dan kuat berdiri, serta memperoleh keselamatan kekal. Kehidupan keluarga setiap hari juga harus bergerak ke arah Kristus. Jikakeluarga telah membangun hubungan yang kokoh dengan Tuhan, rumah bukansekedar berdiri di atas batu, tetapi tertanam di batu itu. Tuhan menginginkankeluarga memiliki hubungan yang kuat terikat dengan Kristus. Tuhan inginkeluarga bertambah teguh di dalam iman kepada Kristus dan hati berlimpahdengan ucapan syukur. Menjadi orang Kristen tidak cukup hanya mendengarkanfirman-Nya saja tetapi harus menjadikan firman itu hidup dalam diri denganmempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari. Realita yang terjadi dalam kehidupan orang Kristen adalah sangat sulit untukmempraktikkan firman Tuhan dalam kehidupan sehari-hari. Namun jika keluargaKristen benar-benar mengandalkan Kristus sebagai landasan hidup dan setiaphari mau berusaha keras membangun hubungan yang dalam dengan Kristus,serta menjadikan kasih sebagai pengikat, maka Kristus akan menolong umat-Nyauntuk dapat melakukan kehendak-Nya. Niscaya keluarga Kristen akan mampumenahan badai kehidupan yang menerpa dan menerima upah yang indah karenaberhasil melewati 3Refleksi1. Berapa banyak waktu yang keluargamu gunakan untuk merenungkan firman Allah?2. Berapa banyak waktu yang keluargamu gunakan untuk mengenal Allah dalam komunikasi bersama?3. Bagaimanakah keluargamu melakukan kehendak Allah secara konkret?4. Apa yang harus dilakukan agar keluarga kamu benar-benar hidup di dalam Kristus?5. Bagaimana keluarga mengandalkan Kristus sepenuhnya untuk menopang kehidupan keluarga?6. Sikap apa yang harus kamu lakukan untuk mendukung keluargamu agar tetap bertumpu kepada Kristus sebagai fondasi keluarga?34 Kelas XI SMA/SMK2. Kepribadian yang KuatKegiatan 4Penilaian DiriKenalilah dirimu dengan mengidentifikasi apa yang menjadi kelebihan dankelemahan kamu! Kelebihan Saya Kelemahan Saya1. 10. Keluarga memiliki peluang yang besar untuk membangun karakter yang kuatdalam diri anak. Tentunya dalam hal ini hanya keluarga yang harmonis, yang didalamnya terdapat cinta, kasih sayang, serta integritaslah yang kemudian mampumembuat model pendidikan yang terbaik untuk anak. Maka dari itu, keluargaharus mampu menjadi model pendidikan terbaik bagi anak. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 35Apabila keluarga memiliki fondasi yang kuat dan kokoh dalam kelangsunganhidupnya, maka hal tersebut juga akan memberikan dampak bagi anggotakeluarganya, termasuk anak. Anak-anak akan tumbuh dalam terang kasih danfirman Tuhan yang menuntunnya dalam mengarungi masa depan yang cerah dansesuai dengan nilai-nilai Membiasakan Pola Hidup Kristiani Untuk menjadi pribadi Kristen yang kuat, setiap anggota keluarga termasukkamu perlu selalu membiasakan hidup dalam pola hidup kristiani setiap hari. Dalamhal ini kita perlu membiasakan berelasi dengan Tuhan sehingga pengembangankehidupan dengan Tuhan menjadi suatu dan pahamilah Kisah Para Rasul 242. Apa yang dapat dipelajari dari ayattersebut? Ada beberapa hal yang menarik untuk mengembangkan kebiasaanrohani kamu setiap Pribadi dan keluarga Kristen setiap hari bertekun dalam pengajaran rasul- rasul. Artinya, setiap hari kita harus bertekun dan setia untuk membaca dan memahami Alkitab sebagai pengajaran Persekutuan Berkumpul memecahkan roti atau melakukan perjamuan Berdoa bersama untuk kepentingan pribadi, sesama, dan Langkah-Langkah Disiplin Rohani Dalam Keluarga Untuk membiasakan kehidupan rohani, minimal kamu bisa melakukan tiga halberbeda bersama keluarga maupun secara Di pagi hari, kurang lebih 10 menit beribadahlah bersama keluarga kamu. Berdoalah untuk mendengarkan firman Tuhan, bacalah Alkitab dan renungan harian atau penjelasan singkat dari salah seorang anggota keluarga tentang ayat yang dibaca, kemudian berdoalah untuk mengucap syukur atas firman Tuhan yang dibaca, mendoakan kegiatan sepanjang hari ini, mendoakan orang lain, dan juga Di siang hari sesudah makan siang, kamu secara pribadi dalam sikap berdoa hayati dan hafalkan doa Bapa kami dan hukum kasih sebagaimana yang tertera dalam Matius 22 Pada malam hari sebelum atau sesudah belajar, lakukanlah pembacaan Alkitab dan refleksi terhadap apa yang terjadi pada hari itu. Dalam membaca dan memahami Alkitab, pertanyaan-pertanyaan berikut dapat dijadikan penuntun. • Siapa yang disebut dalam bagian ini? a Allah Bapa, Yesus, dan Roh Kudus. b Tokoh lain. • Apa yang diungkapkan dalam teks Alkitab tersebut? a Adakah janji, perintah atau larangan, dan sebagainya?36 Kelas XI SMA/SMKb Sikap atau kebiasaan apa yang harus saya ubah? c Lakukanlah janji, perintah, atau larangan tersebut! • Apa yang saya pelajari dari firman Tuhan yang dibaca? • Pilihlah ayat yang menarik atau berkesan dari teks Alkitab yang dibaca. Jelaskan mengapa! • Berdoalah untuk mensyukuri firman Tuhan yang dibaca dan mohon tuntunan Roh Kudus untuk dapat menerapkannya dalam kehidupan sehari- 5Penugasan Membuat JurnalTerapkanlah hal-hal yang dipelajari di atas dalam keluargamu! Tulislah dalambentuk jurnal atau laporan tentang kegiatan yang berlangsung dalam 1 minggu!Setelah itu, kumpulkan kepada guru kamu untuk dinilai. Diharapkan hal ini dapatmenjadi kebiasaan dalam kehidupan kamu maupun keluarga kamu!3. Karakter Bangsa yang Mendukung Karakter Kristen Pribadi Kristen yang kuat harus juga mempunyai aspek-aspek karakter dengan hal tersebut, pendidikan karakter bangsa adalah suatu sistempenanaman nilai-nilai karakter kepada anak dan remaja yang meliputi komponenpengetahuan, kesadaran atau kemauan, dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut, baik terhadap Tuhan, diri sendiri, sesama, lingkungan, maupunkebangsaan sehingga menjadi manusia yang berakhlak mulia. Aspek karakterbangsa yang akan mendukung pribadi yang kuat adalah sebagai Religius, yaitu sikap yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang dianutnya dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain. Dalam konteks kekristenan dapat dilakukan dengan meneladani cara berpikir dan tindakan Jujur, yaitu perilaku yang didasarkan pada upaya menjadikan dirinya sebagai orang yang selalu dapat dipercaya dalam perkataan, tindakan, dan Toleransi, yaitu tindakan yang menghargai perbedaan agama, suku, etnis, pendapat, sikap, dan tindakan orang lain yang berbeda dari Disiplin, yaitu tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan Kerja keras, yaitu tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 37f. Kreatif, yaitu berpikir dan melakukan sesuatu untuk menghasilkan cara atauhasil baru dari sesuatu yang telah Mandiri, yaitu sikap yang tidak mudah tergantung pada orang lain dalammenyelesaikan Demokratis, yaitu cara berpikir, ber-sikap, dan bertindak yang menilaisama hak dan kewajiban dirinyadan orang Rasa ingin tahu, yaitu sikap dantindakan yang selalu berupayauntuk mengetahui lebih mendalamdan meluas dari sesuatu yang di-pelajarinya, dilihat, dan Semangat kebangsaan, yaitu caraberpikir, bertindak, dan berwawasanyang menempatkan kepentinganbangsa di atas kepentingan diri dan kelompoknya. Sumber Dokumen Kemdikbudk. Cinta tanah air, yaitu cara berpikir, Gambar “Aku remaja Kristen yang kreatif dengan sungguh-sunguh akan kukembangkan karakter Kristen bersikap, dan berbuat yang me- dan karakter bangsaku”nunjukkan rasa kesetiaan, kepedulian, dan penghargaan yang tinggi terhadapbahasa, lingkungan fisik, sosial, budaya, ekonomi, dan politik Menghargai prestasi, yaitu sikap yang mendorong dirinya untuk menghasilkansesuatu yang berguna bagi masyarakat, mengakui, serta menghormati ke-berhasilan orang Bersahabat/komunikatif, yaitu tindakan yang mampu menjalin relasi positifdengan orang lain sebagai saudara dan Cinta damai, yaitu sikap yang suka damai, menghargai orang lain yang tumbuhdari hati yang bersih juga dengan sadar menghindari konflik yang destruktif dantidak Gemar membaca, yaitu kebiasaan menyediakan waktu untuk membaca berbagaibacaan yang memberikan kebaikan bagi Peduli lingkungan, yaitu tindakan yang mencintai lingkungan, selalu berupayamencegah kerusakan pada lingkungan alam di Peduli sosial, yaitu tindakan yang selalu ingin memberi bantuan pada orang laindan masyarakat yang Tanggung jawab, yaitu perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dankewajibannya yang seharusnya dia lakukan terhadap diri sendiri, masyarakat,lingkungan alam, sosial dan budaya, negara, dan Kelas XI SMA/SMKDengan penjelasan di atas, kita dapat menyimpulkan, bahwa kamu sebagaiorang Kristen wajib mengembangkan kebiasaan dan karakter Kristen dalam hidupsehari-hari, baik sebagai pribadi, maupun keluarga. Namun, sebagai warga negaraIndonesia, kita juga dipanggil untuk mengembangkan aspek-aspek karakterbangsa, untuk mendukung karakter Kristen. Pasti kamu dapat melakukannya,berusahalah dengan sungguh-sungguh, sehingga kamu dapat lebih mengasihidirimu sendiri, disenangi orang, dan hidupmu berkenan kepada 6Tugas MandiriTemukan masalah-masalah yang terjadi di keluargamu kamu dengan orang tua,maupun kamu dengan saudara yang berkaitan dengan 5 nilai dari 18 karakter bangsadi atas! Selanjutnya, pikirkan tindakan konkret untuk mengatasi dan mengembangkankarakter bangsa di keluarga kamu sehingga keluargamu menjadi keluarga yang kuatdi dalam Tuhan!C. PenutupRangkuman1. Keluarga yang kuat adalah keluarga yang dibangun dan bertumpu seutuhnya di atas Kristus, sehingga setiap persoalan yang datang dapat diselesaikan seturut dengan kehendak Tuhan dan Keluarga yang kuat akan memberikan dampak positif bagi anak dalam proses pertumbuhannya, sehingga anak akan memiliki karakter yang kokoh berakar dalam Emas PenugasanHafalkanlah ayat berikut! Kemudian gambarkanlah dua rumah yang dibangun di atasbatu dan di atas pasir! Analisis arti kedua gambar kamu dan identifikasikanlah dirikamu!Apakah kamu lebih cocok diumpamakan sebagai rumah yang dibangun di atasbatu atau di atas pasir? Jelaskan mengapa!Berbagilah penemuan yang kamu lakukan dengan teman 724 “Setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan melakukannya, ia sama dengan orang yang bijaksana, yang mendirikan rumahnya di atas batu.” Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 39Matius 726 “Tetapi setiap orang yang mendengar perkataan-Ku ini dan tidak melakukannya, ia sama dengan orang yang bodoh yang mendirikan rumahnya di atas pasir”BernyanyiPilihlah lagu yang kamu sukai yang sesuai dengan tema pelajaran hari Engkau Allah yang berkuasa atas hidupkuAku ingin berkembang sebagai remaja yang meneladani-MuPribadi yang kuat, tangguh, sederhana seperti hidup TuhankuSelalu memuliakan Tuhan, menjadi berkat dalam keluargakuAku ingin berkorban bagi keluargakuSebagai tanda kasihku bagi keluarga dan TuhankuArahkan masa depanku berkembang dan tumbuh bersama-MuIngin aku persembahkan masa depan bagi-Mu, Kelas XI SMA/SMKBab Pernikahan dalam Perspektif KristianiV Bacaan Alkitab Kejadian. 224, Yohanes. 159-17, Efesus. 522-33A. Pengantar Berdoa Diucapkan bersama. Bapa sorgawi, segala sesuatu yang baik yang kami alami adalah berasal dari Tuhan. Suatu pernikahan di dalam Tuhan, adalah karunia-Mu, agar pernikahan Kristen menjadi tanda keselamatan dan karya Tuhan di tengah-tengah lingkungan kami. Berkatilah setiap pernikahan dan keluarga Kristen, agar karena kuasa kasih-Mu, suami-isteri dapat selalu berjalan bersama dengan penuh cinta, dapat saling mengampuni, saling mengasihi, dan saling menguatkan pada saat mereka mengalami permasalahan. Kiranya Engkau berkenan menyiapkan hati dan hidup kami agar kami menjalani hidup kami dengan bimbingan kasih Tuhan yang tidak terbatas pada masa muda kami. Amin. Menyanyi Bahasa Cinta Andaikata kuberikan seluruh hartaku. Tapi tanpa kasih cinta, hampa tak berguna. Reff Ajarilah kami bahasa cinta-Mu, Agar kami dekat pada-Mu, ya Tuhanku. Ajarilah kami bahasa cinta-Mu, Agar kami dekat pada-Mu. Cinta itu lemah lembut, sabar sederhana. Cinta itu murah hati, tahan menderita. Reff Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 41Tidak dapat dipungkiri, pesatnya perkembangan sosial dan perubahan nilai-nilai di sekitar kita dapat mempengaruhi kehidupan pernikahan dan ada beberapa perubahan yang positif, misalnya kesadaran akanhak-hak asasi manusia, martabat manusia, kesadaran etis, kesadaran terhadapketidaksetaraan, ketidakadilan kedudukan serta peran laki-laki dan perempuan,dan lain-lain. Tetapi dalam kenyataan juga kita jumpai adanya nilai-nilai yangmerendahkan martabat hidup perkawinan, misalnya maraknya hubunganseksual sebelum pernikahan, perselingkuhan, poligami, perceraian, dan kekerasanyang terjadi di dalam rumah tangga KDRT. Oleh karena itu, kita perlu menyadariadanya perubahan-perubahan, mengantisipasi hal-hal yang akan terjadi, danberusaha untuk mencegah berbagai permasalahan kehidupan pernikahan. Untukitu, maka perlu pemahaman yang jelas tentang pernikahan maupun kehidupanberkeluarga secara 1Diskusi KelompokDiskusikanlah pernikahan para artis di media cetak dan elektronik. Menurutmuapakah mereka sudah sungguh-sungguh siap memasuki suatu pernikahan?Menurutmu hal-hal apa yang perlu dipersiapkan oleh calon pasangan agarpernikahan mereka dapat lestari atau Uraian Materi1. Pentingnya Persiapan Pernikahan Selaku orang muda kita pun perlu memikirkan dan mempersiapkan suatupernikahan yang baik dan memiliki kehidupan keluarga yang berkenan kepadaTuhan. Meskipun pada saat ini kamu baru dalam tahapan mencari atau sedangberpacaran secara sehat. Hidup menikah dan berkeluarga adalah salah satu pilihan bagi orang demikian ada juga pilihan lain yang juga dapat dipertanggungjawabkan,yaitu hidup tidak menikah karena bermaksud untuk dapat lebih melayani Tuhandan sesama. Tentunya kamu pernah melihat orang-orang yang memilih hidupseperti ini. Dalam Alkitab kita juga dapat melihat kehidupan Tuhan Yesus danRasul Paulus, yang hidupnya diabdikan untuk kepentingan kemuliaan Allah dansesamanya. Dalam konteks seperti ini, hidup tidak menikah sesungguhnya jugasuatu pilihan yang perlu kita Kelas XI SMA/SMKMengapa mempersiapkan suatu pernikahan kristiani itu dianggap penting?Hal itu penting diketahui terutama bagi pasangan yang akan melangsungkanpernikahan. Di samping itu juga penting bagi gereja supaya citra gereja sebagaikeluarga Allah, di mana para warganya terdiri dari keluarga-keluarga Kristen dapatdijaga, sekaligus kehendak Allah dapat diterapkan. Banyak tantangan baik dalamkehidupan pernikahan maupun gereja yang harus dihadapi dan sendi-sendipernikahan Kristen perlu hal yang perlu dipahami dalam persiapan Pentingnya suatu pemahaman yang benar tentang pernikahan Kristen. Pemuda dan pemudi Kristen perlu sungguh-sungguh mengerti hakikat suatu pernikahan Kristen yang disiapkan gereja. Hal ini untuk mengatasi dan sekaligus sebagai solusi terhadap realita di masyarakat yang mengaburkan dan memandang pernikahan bukan sebagai lembaga yang dikuduskan Perlunya persiapan yang memadai. Pembinaan persiapan suatu pernikahan Kristen adalah hal yang dibutuhkan oleh calon pasangan yang akan menikah, agar mereka dapat mengalami suatu pernikahan yang bahagia dan tercapainya keselamatan di dalam Secara teknis, persiapan pernikahan Kristen dapat dibagi menjadi dua 2 bagian, yaitu persiapan jangka panjang dan dan persiapan jangka pendek. Yang pertama, persiapan jangka panjang, mencakup pemberian pemahaman sekaligus bekal bagi kehidupan keluarga Kristen. Biasanya hal ini kita sebut sebagai “Katekisasi Pernikahan”, dimana calon pasangan suami dan istri perlu mengenal dasar-dasar teologi pernikahan dan keluarga Kristen, etika, ekonomi keluarga, memahami pasangan, peran seksualitas, dinamika relasi keluarga, dan hal-hal lain yang dianggap penting. Waktu yang dialokasikan biasanya sekitar enam 6 bulan. Yang kedua, persiapan jangka pendek, mencakup persiapan teknis upacara dan perhelatan pernikahan. Seringkali juga dibicarakan upacara secara Hakikat Pernikahan Kristen Pada dasarnya tujuan hidup kita sebagai manusia adalah untuk mencapai suatukebahagiaan dan kesejahteraan. Pada umumnya hal itu dicapai dengan memilihhidup berkeluarga, yang tentu saja didahului oleh suatu pernikahan. Pernikahanpada hakikatnya adalah suatu persekutuan hidup antara laki-laki dan perempuankarena mereka saling mencintai dan ingin membentuk suatu kehidupan bersamasecara tetap, memiliki tujuan yang sama yakni ingin saling membahagiakan dan Pendidikan Agama Kristen dan Budi Pekerti 43 Pastor Eric Chang Matius 1246-50 Kita akan membahas Firman di Matius 1246-51. Pada pesan yang lalu, kita telah membahas pengajaran Yesus di ayat 43-45. Kita melihat betapa pentingnya dipenuhi oleh Roh Allah; bahwa hidup kita tidak boleh sampai kosong. Jika kita tidak dipenuhi oleh Roh Allah, maka kita akan menjadi korban kuasa si jahat. Hari ini kita masuk pada Matius 1246-50 Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu, ibu-Nya dan saudara-saudara-Nya berdiri di luar dan berusaha menemui Dia. Maka seorang berkata kepada-Nya “Lihatlah, ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan berusaha menemui Engkau.” Tetapi jawab Yesus kepada orang yang menyampaikan berita itu kepada-Nya “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku?” Lalu kata-Nya, sambil menunjuk ke arah murid-murid-Nya “Ini ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku! Sebab siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Kata-kata di atas sangatlah penting bagi kita dalam memahami ajaran Yesus. Kita lihat juga bagian bacaan yang sejajar di Lukas 819-21. Ibu dan saudara-saudara Yesus datang kepada-Nya, tetapi mereka tidak dapat mencapai Dia karena orang banyak. Hal ini memberi kita gambaran lain bahwa begitu banyak orang yang mengerumuni Yesus saat dia mengajarkan Firman Allah sehingga keluarganya tidak bisa mendekati dia Orang memberitahukan kepada-Nya “Ibu-Mu dan saudara-saudara-Mu ada di luar dan ingin bertemu dengan Engkau.” Tetapi Ia menjawab mereka “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya.” Perikop yang sejajar ini menjelaskan ayat-ayat di Matius tadi Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku? Jawabnya adalah “siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku”. Apakah arti dari kalimat “yang melakukan kehendak Bapa-Ku di surga”? Itulah “mereka yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya!” Dengan membandingkan antara ayat yang satu dengan ayat yang lainnya di dalam Kitab Suci, kehendak Allah dan Firman Allah ternyata sejajar. Selanjutnya, jika kita buka ke Lukas 1127-28, Anda akan melihat bahwa perikop yang sebelumnya berkaitan dengan apa yang sedang kita pelajari di Matius pasal 12, tentang orang yang hidupnya kosong dan dikuasai lagi oleh delapan roh najis. Lukas 1127-28 berbunyi Ketika Yesus masih berbicara, berserulah seorang perempuan dari antara orang banyak dan berkata kepada-Nya “Berbahagialah ibu yang telah mengandung Engkau dan susu yang telah menyusui Engkau.” Tetapi Ia berkata “Yang berbahagia ialah mereka yang mendengarkan firman Allah dan yang memeliharanya.” Bagian bacaan ini berkenaan dengan kehendak Allah. Apakah kehendak Allah itu? Bagaimana kita bisa melakukan kehendak Allah? Apakah makna penting dari kehendak Allah itu? Ikatan keluarga bukan paspor menuju Kerajaan Allah Apa konteks dari Matius 1246? Yesus sedang mengajar banyak orang, dan apa yang terjadi? Keluarganya datang dan menyela kegiatannya. Ayat 46 berbunyi, “Ketika Yesus masih berbicara dengan orang banyak itu,” dia belum selesai, dia masih sedang berbicara pada orang banyak, dan keluarganya datang serta berkeras ingin bertemu dengannya. Mereka ingin berbicara dengannya, padahal dia masih belum selesai mengajar. Suatu hal yang lazim dilakukan oleh sanak keluarga, bukankah begitu? Mereka selalu merasa bahwa mereka punya hak atas diri Anda, tak peduli apapun hal yang sedang Anda kerjakan. Dan jelas sekali, fakta bahwa Yesus sedang mengajarkan Firman Allah tidak mengendurkan niat mereka; orang banyak yang sedang bersemangat mendengarkan Firman Allah juga tidak membuat mereka undur. Kelihatannya mereka belum siap untuk menunggu sampai Yesus selesai mengajar, mereka menyuruh seseorang untuk memberitahunya, padahal Yesus masih sedang mengajar. Inilah hal yang perlu kita camkan. Lalu, ketika Yesus sedang terhenti sejenak kegiatan mengajarnya, dia berkata, “Saudaraku dan ibuku adalah mereka yang melakukan kehendak Allah, Bapaku di surga.” Hal pertama yang perlu kita perhatikan adalah, hubungan darah, pertalian antara manusia, tidak punya makna penting di dalam Kerajaan Allah. Yesus berkata kepada orang banyak dan kepada orang yang menyampaikan pesan tersebut, bahwa tak seorang pun yang berhak mengklaim dirinya hanya karena orang tersebut adalah kerabatnya. Hanya ada satu hal yang penting di dalam Kerajaan Allah, dan hal itu adalah kehendak Allah. Dan ini adalah pokok yang harus dipahami oleh semua orang Kristen. Satu-satunya hal yang penting di dalam Kerajaan Allah adalah kehendak Allah, yang lain tidak penting. Jadi jelaslah bahwa para kerabatnya itu belum mengerti hakekat dari Kerajaan Allah. Dan mereka berpikir bahwa pertalian jasmani antara mereka dengannya memberi mereka hak atas Yesus. Hal ini memang berlaku di dalam kerajaan duniawi. Jika Anda kebetulan adalah seorang kerabat dari presiden, perdana menteri, atau petinggi di sebuah negara, maka sudah sewajarnya, menurut ukuran duniawi, Anda berhak mendapat perhatian darinya. Sebagai contoh, jika saya adalah saudara dari Presiden Obama, maka tentu saja saya bisa langsung masuk ke Gedung Putih, sementara orang lain masih harus antri di luar dan menunggu sampai pemandu mereka mengantarkan mereka berkeliling di Gedung Putih. Jika saya bisa menunjukkan bahwa saya adalah saudaranya, maka hal itu sudah merupakan bukti yang cukup. Tak seorang pun akan berani menghalangi saya untuk bertemu dengan saudara saya. Jika ibu dari seorang Presiden datang, maka tak seorang pun akan berani mengusirnya dari hadapan sang presiden. Dia berhak untuk bertemu dengan si presiden dan orang yang berani menghalanginya akan menghadapi banyak masalah. Begitulah tata cara yang berlaku di dunia, akan tetapi bukan itu tata cara yang berlaku di dalam Kerajaan Allah. Di dalam Kerajaan Allah, pertalian darah tidak berarti apa-apa. Yang penting hanya kehendak Allah saja. Yang lainnya tidak berlaku. Hal ini saya tegaskan berkali-kali karena Yesus memang ingin agar kita memahaminya. Berdasarkan ayat-ayat ini, Maria sama sekali tidak memiliki kedudukan yang khusus, tidak di dalam Kitab Suci dan juga tidak di dalam ajaran Yesus. Jika dia memang berhak untuk mendapatkan penghargaan, tentunya hal itu bukan karena dia memiliki pertalian darah, dan pokok ini akan kita lihat nanti. Di dalam Kerajaan Allah, pertalian darah sama sekali tidak berarti apa-apa. Ini bukan berarti bahwa Yesus tidak menghormati dan tidak mengasihi ibunya; bukan begitu maksudnya. Dia mengasihi ibu dan menghormati ibunya. Akan tetapi kita sekarang ini sedang berbicara tentang Kerajaan Allah, yaitu di dalam kaitannya dengan makna keselamatan, tentang hal memasuki Kerajaan Allah. Anda tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Allah, atau diselamatkan, karena Anda memiliki pertalian darah dengan Yesus. Pertalian darah bukanlah paspor menuju keselamatan. Ini adalah poin penting pertama yang perlu kita camkan. Iman yang mengerjakan kehendak Allah Pertama-tama, tak seorangpun masuk ke dalam keselamatan kecuali melalui pelaksanaan kehendak Allah. Jika Anda tidak mengerjakan kehendak Allah, Anda tidak akan mungkin diselamatkan. Anda tidak akan diselamatkan oleh keyakinan pada doktrin yang benar. Tidak ada ayat yang mendukung keyakinan semacam itu. Anda tidak diselamatkan dengan mengandalkan kenyataan bahwa Anda adalah jemaat Injili yang baik, karena kebetulan Anda masuk ke gereja yang benar dan mempercayai hal-hal yang benar. Apakah semua itu akan menyelamatkan Anda? Tidak sedikitpun! Anda tidak akan melangkah masuk ke dalam Kerajaan Allah dengan hal semacam itu. Keyakinan Injili Anda hanya akan membawa Anda masuk ke dalam gereja Injili. Atau, jika Anda adalah seorang jemaat Anglikan, hal itu akan membawa Anda masuk ke gereja Anglikan seandainya Anda mempercayai doktrin-doktrin Anglikan yang benar. Jika Anda mempercayai doktrin-doktrin Katholik yang benar, hal itu hanya akan membawa Anda masuk ke dalam gereja Katholik, dan tercatat di dalam daftar jemaat mereka. Hal itu tidak akan membawa Anda masuk ke dalam Kerajaan Allah. Tidak akan membawa Anda mendekat kepada Allah. Satu-satunya hal yang penting di dalam keselamatan hanyalah kehendak Allah, bukannya menyakini kredo yang benar, atau doktrin yang benar. Sekalipun hal tersebut sangat penting, akan tetapi tidak akan membawa Anda masuk ke dalam Kerajaan Allah. Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa jika hal-hal tersebut tidak membawa kita masuk ke dalam Kerajaan Allah, lalu kita boleh mempercayai sembarang doktrin yang salah. Yang saya maksudkan adalah bahwa mempercayai doktrin yang benar tidaklah cukup untuk membawa Anda masuk ke dalam Kerajaan Allah. Doktrin yang benar hanyalah titik awal saja. Anda masih harus melangkah mengerjakan kehendak Allah. Yesus menegaskan hal ini dengan sangat nyata di Matius 721, “Bukan setiap orang yang berseru kepada-Ku Tuhan, Tuhan! akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga, melainkan dia yang melakukan kehendak Bapa-Ku yang di sorga.” Lalu, siapakah orang yang akan masuk ke dalam Kerajaan Allah jika bukan mereka berseru, “Lord, Lord“? Lagi pula, seluruh Jemaat berseru, “Lord, Lord“! Yesus berkata, “Hanya mereka yang melakukan kehendak BapaKu di surga, bukan yang berseru kepada-Ku!'” Yesus berkata, “Jangan berpikir karena kamu memanggil Aku Lord’ maka hal itu akan membawa kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah. Bahkan yang melakukan mukjizat, karya-karya besar, berbahasa roh, apapun itu, semua itu tidak akan membawa kamu masuk ke dalam Kerajaan Allah.” Orang-orang tersebut melakukan semua hal itu di Matius 721, namun mereka tidak masuk ke dalam Kerajaan Allah. Anda berkata, “Wah! Lalu bagaimana caranya masuk?” Yesus berkata, “Dengan melakukan kehendak BapaKu di surga”; itulah syarat yang dia minta. Jadi, jangan berpikir bahwa karena Anda telah memiliki kuasa rohani tertentu, Anda bisa mengerjakan mukjizat, maka hal itu merupakan jaminan bagi Anda untuk masuk ke surga. Anda tidak akan masuk ke surga dengan mengandalkan hal itu. Tidak ada cara lain kecuali melakukan kehendaknya. Yesus sendiri menegaskan bahwa satu-satunya jalan bagi Anda untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah melalui iman yang mengerjakan kehendak Allah. Sekarang jelaslah, tanpa iman, Anda tidak akan mau melakukan kehendak Allah, bukankah begitu? Akan tetapi iman itu sendiri tidak akan menyelamatkan Anda jika tidak terwujud dalam pelaksanaan kehendak-Nya. Itulah yang diajarkan Yesus. Iman yang mengerjakan kehendak Allah. Iman yang tidak sekadar percaya bahwa kehendak Allah itu baik tetapi juga bergerak melakukannya. Banyak Orang hanya memperalat Allah Tentu saja, kita bisa percaya bahwa kehendak Allah itu baik. Saya sering bertemu dengan orang-orang Kristen, yang tidak pernah melakukan apa yang dikehendaki oleh Allah. Tetapi di saat mereka berada dalam masalah mereka selalu mencari tahu tentang kehendak Allah. Bisa dikatakan bahwa mereka tahu bahwa kehendak Allah itu baik. Jika tidak, mengapa mereka ingin mencari tahu? Mereka datang dan bertanya, “Bagaimana cara supaya aku bisa tahu kehendak Allah?” Akan saya katakan pada mereka bahwa jika Anda ingin tahu apa kehendak Allah, janganlah menunggu sampai masalah datang baru mau melakukannya, karena, pada saat itu, Anda akan mendapati bahwa mencari tahu kehendak Allah itu sangat sukar. Anda harus mulai dengan melakukannya sekarang juga. Lalu, seiring dengan pelaksanaannya, Anda akan mendapati bahwa mencari tahu kehendak Allah itu mudah. Bagi mereka yang bergegas mendatangi Allah di saat-saat berada dalam masalah, mereka akan menghadapi kesulitan yang sangat besar untuk mengetahui apa kehendak Allah. Mereka mendapati bahwa Allah tidak berbicara kepada mereka. Mengapa? Karena mereka hanya ingin memperalat Allah. Mereka tidak tahu apa arti melakukan kehendak Allah itu. Hanya pada saat Anda mempunyai masalah, Anda membutuhkan Allah dan ingin tahu apa yang dikehendaki oleh Allah karena Anda tidak tahu apa yang harus dilakukan. Banyak juga orang yang lari ke tukang ramal. Anda bisa memperalat tukang ramal. Taruh saja uang di atas meja, maka petunjuk akan Anda dapatkan, jika hal itu bisa Anda katakan sebagai petunjuk’. Anda tidak bisa memperalat Allah dengan cara ini. Anda harus secara konsisten melakukan kehendak Allah atau, jika tidak saat tiba waktunya, Anda akan kesulitan mengetahui apa kehendak-Nya, karena pada saat itu Anda hanya ingin memperalat Dia. Dan Allah tidak mau diperalat seperti ini. Dia tidak akan tunduk kepada kita. Kitalah yang harus tunduk kepada-Nya. Jadi, marilah kita pahami hal ini dengan jelas. Bersediakah Anda mengarahkan kehendak Anda untuk melakukan kehendak-Nya? Ungkapan Memasuki Kerajaan Allah’ yang dipakai oleh Yesus sebenarnya berarti diselamatkan’ dalam istilah Paulus. Kerajaan Allah, seperti yang sudah kita lihat sebelumnya, berarti masuk ke dalam pemerintahan-Nya. Kerajaan Allah artinya kedaulatan Allah, pemerintahan Allah di atas kita. Bagaimana mungkin Anda bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah jika Anda tidak bersedia melakukan kehendak-Nya dan berada di bawah pemerintahan-Nya? Cukup mudah untuk dipahami bukan? Mengapa begitu penting melakukan kehendak Allah? Karena Allah memberikan Roh-Nya hanya kepada mereka yang melakukan kehendak-Nya. Hal itu dinyatakan dengan jelas bagi kita di dalam Kisah 532. Kisah 532 berbunyi … Roh Kudus, yang dikaruniakan Allah kepada semua orang yang mentaati Dia. Dan Paulus memberitahu kita di Roma 89, Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus. Jika Anda sandingkan kedua ayat itu, maka Anda tidak perlu menjadi seorang ahli logika, atau matematika, untuk bisa memahaminya. Jika Anda ingin memiliki Roh Kudus, maka Anda harus mentaati Dia. Hanya mereka yang memiliki Roh Kudus yang menjadi milik Kristus. Dengan demikian, hanya mereka yang mentaati Kristus yang merupakan miliknya. Semuanya sangat jelas, dan saya ingin bertanya kepada Anda sekarang, jika Anda menilai bahwa Anda ini orang Kristen, apakah Anda taat dalam melakukan kehendak Allah? Orang Kristen macam apakah Anda? Apakah Anda termasuk jenis mereka yang berpikir bahwa karena Anda memeluk doktrin yang benar, maka Anda akan masuk surga? Kalau begitu, berarti saya merusak impian Anda. Berdasarkan Kitab Suci Anda tidak akan masuk ke surga dengan cara itu. Anda harus siap berkata, “Tuhan, dengan kasih karunia-Mu, aku akan melakukan kehendak-Mu, segala kehendak-Mu.” Jika Anda memiliki komitmen semacam ini dalam melakukan kehendak Allah, maka saya bisa berkata bahwa Anda berada di jalur menuju keselamatan. Anda termasuk jenis orang yang bisa masuk ke dalam Kerajaan Allah, karena Anda adalah orang yang telah menerima Roh Allah; karena Anda adalah jenis orang yang bersedia mengarahkan kehendak Anda untuk melakukan kehendak-Nya. Kehendak Allah tidak memberatkan karena saya percaya dan mengasihi Dia Hal ini membawa kita pada pertanyaan selanjutnya. Apakah kehendak Allah yang begitu penting itu? Apakah hakekat dari kehendak-Nya? Mengapa saya harus melakukan kehendak-Nya? Mengapa Anda ingin melakukan kehendak orang lain jika Anda tidak percaya pada orang itu, jika Anda tidak mengasihi orang itu? Saya melakukan kehendak orang lain tentunya karena saya percaya kepada orang itu. Jika dia memberi saya perintah, saya akan mentaatinya karena dia adalah orang yang pertimbangannya bisa saya percayai. Jika dia menyampaikan sesuatu yang harus saya kerjakan, sekalipun saya tidak mengerti, saya tetap akan melakukannya, karena saya percaya pada pertimbangan dan hikmatnya. Mengapa saya bersedia melakukan kehendak Allah? Karena saya percaya kepada Allah. Saya percaya pada hikmat, pengetahuan dan pemahaman-Nya. Lebih dari itu, saya melakukannya karena saya mengasihi Dia. Mengapa seseorang mentaati orang yang lainnya? Salah satu alasannya adalah karena Anda mengasihi orang itu. Bukankah kita sering melakukan kehendak orang lain karena kita mengasihi orang itu, sekalipun bisa saja orang itu ternyata salah? Syukur kepada Allah, tidak ada bahaya melakukan kesalahan jika kita melakukan kehendak-Nya. Namun itulah alasan lain mengapa kita melakukan kehendak-Nya. Karena kita mengasihi Dia. Jadi, kita memiliki dua dasar di dalam melakukan kehendak Allah yang pertama adalah karena kita tahu bahwa kehendak Allah tidak mungkin salah, dan yang kedua adalah karena kita mengasihi Dia. Dengan demikian, melakukan kehendak-Nya tidak akan menjadi beban bagi kita. Seperti yang dikatakan oleh rasul Yohanes di dalam suratnya yang pertama, “Perintah-perintah-Nya itu tidak berat.” Mengapa tidak berat? Karena kita mengasihi Dia. Di saat Anda mengerjakan sesuatu bagi orang yang Anda kasihi, tak terasa ada beban di sana. Justru membahagiakan; menyenangkan. Seperti yang tertulis di Ibrani 107, “Sungguh, Aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang Aku untuk melakukan kehendak-Mu, ya Allah-Ku.” Benar! Orang Kristen sejati adalah orang yang mengerjakan kehendak Allah bukan karena merasa wajib, melainkan karena hal itu memberi dia sukacita. Itulah tanggapan yang layak bagi Allah yang kasih-Nya tidak akan membiarkan kita pergi. Sungguh sangat indah. Kehendak Allah selalu baik bagi saya Terlebih lagi, saya percaya kepada kehendak Allah karena saya tahu bahwa kehendak Allah buat saya selalu baik. Poin ini sangat penting untuk kita camkan. Cukup mengejutkan, banyak sekali orang Kristen yang tidak memahami hal ini dengan jelas. Saat Allah berkata kepada kita, “Jangan lakukan itu.” Kita merasa bahwa diri kita sedang dikekang. Itu pemahaman yang salah. Sangat keliru! Inilah alasan mengapa Hawa jatuh ke dalam dosa saat dia digoda oleh Iblis. Dia mengira bahwa Allah sedang menahan sesuatu yang baik dari dia, bukankah begitu? Saat Allah berkata, “Jangan makan buah dari pohon itu.” Jika Anda berpikir, “Hah! Pasti ada sesuatu yang baik dari pohon yang Allah larang untuk kumakan buahnya ini.” Ini adalah suatu kebodohan! Ini adalah suatu kegagalan di dalam memahami bahwa kehendak Allah adalah selalu dilandasi itikad yang baik. Jangan pernah berpikir bahwa ketika Allah berkata, “Jangan lakukan hal ini atau itu,” berarti Dia sedang menahan sesuatu yang baik dari Anda. Dia tidak pernah menahan sesuatu yang baik dari Anda. Seperti yang kita lihat di dalam Mazmur 8412, Ia tidak menahan kebaikan dari orang yang hidup tidak bercela. Apakah Anda memiliki keyakinan seperti itu? Jika tidak, itu karena Anda masih belum mengenal Allah dengan baik. Pelajarilah Firman Allah dan Anda akan mendapati bahwa segala sesuatu yang Allah buat itu dirancang untuk kebaikan kita. Kedengarannya seperti omongan seorang guru kepada murid-muridnya, bukankah begitu? Atau, seperti omongan orang tua kepada anak-anaknya, “Itu semua demi kebaikanmu.” Namun kita tidak senang mendengarnya. Walaupun ternyata memang semuanya demi kebaikan kita. Telitilah kehendak Allah di dalam Kitab Suci, dan Anda akan mendapati bahwa semua yang Dia inginkan, yang telah Dia kerjakan, semuanya demi kebaikan dan kesejahteraan kita. Pernahkah Anda memperhatikannya? Apakah ada tertulis di dalam Kitab Suci tentang kehendak-Nya yang tidak untuk kebaikan kita? Semuanya merupakan ungkapan kasih-Nya kepada kita. Bahkan hajaran yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya, dilakukan karena kasih dan kepedulian mereka pada kesejahteraan si anak. Tidak ada hal yang dilakukan oleh orang tua kepada anaknya yang tidak diniatkan untuk kebaikan si anak. Dapatkah Anda memiliki keyakinan yang sama terhadap kehendak Allah? Jika Anda bisa, maka Anda akan bersukacita di dalam melakukan kehendak-Nya, karena kehendak-Nya itu demi kesejahteraan Anda. Kita mengetahui kehendak Allah melalui Firman dan Roh-Nya Namun hal ini membawa kita pada pertanyaan selanjutnya. Bagaimana kita bisa tahu kehendak Allah supaya kita bisa melakukannya? Baru saja, kita melihat bahwa kehendak Allah terungkap di dalam Firman-Nya. Dan betapa Yesus bersukacita di dalam melakukan kehendak Allah, sampai dia berkata di Yoh 434, “Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya.” Maksudnya adalah, “Apakah makananku? Untuk apa aku menjalani hidup ini? Untuk melakukan kehendak Allah. Kehendak Allah mencukupkanku. Mengerjakan kehendak Allah adalah hal yang menyehatkanku.” Itulah pola kehidupan Yesus. Itulah kualitas hidupnya. Tekad Yesus di dalam menjalankan kehidupan ini hanya satu kehendak Allah, yang merupakan makanan baginya. Di Matius 44, saat Iblis mencobai Yesus, Yesus berkata kepadanya, “Ada tertulis Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Dengan kata lain, Firman Allah adalah makananku. Aku hidup dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah. Sandingkan ayat-ayat itu dan Anda akan dapatkan bahwa Firman Allah dan Kehendak Allah itu identik. Mengerjakan kehendak Allah berarti mengerjakan Firman Allah. Roh Kudus adalah air yang kita minum Ada hal indah yang lain di Yohanes 736-37, di mana Yesus berkata, “Barangsiapa haus, baiklah ia datang kepada-Ku dan minum!” Lalu kita lihat di ayat 37 dan 38 bahwa yang dia maksudkan adalah Roh Kudus. Tahukah Anda apa yang sedang kita bahas sekarang ini? Firman Allah adalah roti, makanan. “Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah.” Dan Roh Allah adalah air. Firman Allah adalah makanan untuk kita makan, dan Roh Allah adalah air untuk kita minum. Anda bisa hidup untuk sementara waktu tanpa makanan, akan tetapi Anda tidak bisa hidup tanpa air. Dengan kata lain, tak ada orang Kristen yang bisa hidup tanpa Roh Allah. Saya tidak bisa hidup tanpa Roh Kudus. Saya bahkan tidak bisa berbicara tentang kehendak Allah tanpa Roh Kudus. Roh Kuduslah yang memampukan saya untuk hidup. Dialah hidup saya. Dialah aliran-aliran air yang hidup itu, air yang saya terima dari Yesus. Roh Kudus membuat kita lapar akan Firman Allah Jika saya haus, maka selera makan saya hilang. Pernahkah Anda mencoba makan di saat Anda kehausan? Mulut Anda terasa kering. Tenggorokan Anda terasa macet. Anda tidak bisa menelan apa-apa. Saat Anda telah minum, sesaat kemudian, selera makan Anda muncul. Dengan kata lain, Roh Allah bekerja di dalam diri kita saat Roh Kudus masuk ke dalam hidup Anda, Anda mulai merasa lapar akan Firman Allah. Saat saya melihat orang-orang yang lapar akan Firman Allah, saya mulai melihat bahwa Roh Allah bekerja pada orang-orang itu. Saya tahu bahwa orang tersebut telah datang kepada Tuhan. Saya bisa melihat perubahan di dalam hidupnya. Demikianlah kita bisa mengetahui kehendak Allah melalui Firman-Nya dan melalui Roh-Nya. Di satu sisi, Roh Kudus yang menjelaskan kepada saya tentang arti Firman Allah. Di sisi lain, Firman Allah yang mengajarkan kepada saya untuk terus taat kepada Roh. Dengan demikian, keduanya bekerja bersama-sama, Firman Allah dan Roh Allah memampukan saya untuk melakukan kehendak Allah, dan memampukan saya untuk mengetahui kehendak-Nya. Jadi, saya membutuhkan makanan dan air untuk mengerjakan kehendak-Nya. Dan Allah telah menyediakan keduanya. Dia tidak membiarkan saya dalam kebingungan tentang apa itu kehendak-Nya dan bagaimana melakukannya? Satu-satunya hal yang Dia minta dari kita adalah bahwa kita sendiri memiliki hasrat untuk mencari tahu tentang kehendak-Nya, dan hasrat untuk mengerjakan hal tersebut di atas segala-galanya. Apakah Anda bersedia melakukan kehendak-Nya? Orang bertanya pada saya, “Bagaimana saya bisa tahu kehendak Allah?” Saya berkata, “Sebelum Anda menanyakan hal itu, Anda perlu bertanya pada diri Anda, Apakah Anda bersedia melakukan kehendak-Nya, apapun kehendak itu? Jika Anda tidak bersedia melakukan kehendak-Nya, maka tidak ada gunanya bertanya tentang apa kehendak-Nya.'” Hal ini sangatlah penting karena Banyak orang yang mencari tahu tentang kehendak Allah supaya mereka bisa menentukan apakah akan mengerjakannya atau tidak. Jika Anda menghampiri Allah dengan sikap hati seperti itu, maka Anda sedang membuang-buang waktu Anda. Allah tidak akan memberi Anda petunjuk sama sekali. Dia tidak menyampaikan kehendak-Nya untuk Anda periksa dan setujui. Kehendak-Nya bukan hal yang bisa Anda periksa lalu Anda putuskan apakah akan dikerjakan atau diabaikan. Kehendak-Nya bukan seperti barang jualan di super market, di mana Anda bisa periksa setiap produk dan memutuskan, “Kupikir aku suka yang ini saja,” atau, “Aku tidak suka yang itu.” Anda tidak bisa memperlakukan kehendak Allah seperti itu. Anda harus datang kepada Allah dengan komitmen tanpa syarat, komitmen yang berkata, “Tuhan, apapun kehendak-Mu itu, aku akan mengerjakannya.” Jika Anda bisa dengan setulus hati mengucapkan hal itu, maka Anda tidak akan pernah kesulitan di dalam mencari tahu apa kehendak Allah. Anda mungkin harus menunggu sesaat, akan tetapi Anda boleh yakin bahwa Anda pasti akan tahu apa kehendak Allah itu pada saatnya nanti. Saya menyampaikan ini sebagai suatu kesaksian berdasarkan pengalaman saya sendiri. Dia tidak pernah membiarkan saya berada dalam kebingungan mencari tahu apa kehendak-Nya karena, oleh kasih karuniaNya, saya memiliki satu komitmen apapun kehendakNya itu, saya akan melakukannya. Apapun itu! Bisakah Anda memiliki komitmen seperti itu? Jika Anda memiliki komitmen seperti itu, Anda boleh yakin bahwa Anda akan tahu apa kehendak-Nya. Anda tidak akan pernah berada dalam ketidakpastian. Namun jika Anda datang dengan sikap hati orang yang sedang berbelanja, yang berkata, “Pertama-tama, aku mau tahu dulu apa kehendak-Nya itu, dan jika Allah ingin agar aku pergi ke kutub utara, aku akan berkata, Maaf, Tuhan, kutub utara terlalu dingin buatku.'” Lalu bagaimana dengan Kongo? “Kongo terlalu panas buatku. Maksudku, yang satu terlalu dingin dan yang satunya lagi terlalu panas. Tempatkanlah aku di daerah yang tidak dingin dan tidak panas, supaya aku tetap baik-baik saja. Dan nanti aku akan mengerjakan kehendakMu, selama tempatnya di daerah yang sejuk.” Jika Anda menghampiri Allah dengan sikap hati semacam itu, berarti Anda sedang menyia-nyiakan waktu Anda. Allah tidak akan memberitahu apa-apa buat Anda. Dia tidak akan berkata apa-apa, karena Dia tahu bahwa Anda hanya mau mengerjakan kehendak-Nya selama hal itu bersesuaian dengan kehendak Anda sendiri. Pada akhirnya, keputusan akhir berada di dalam kehendak Anda, dan itu berarti Anda tidak sedang menundukkan kehendak Anda kepada kehendak Allah. Allah tunduk pada kehendak Anda. Anda tidak akan pernah tahu apa kehendak-Nya dengan cara itu. Tidak mungkin! Hanya jika Anda datang kepada-Nya dan berkata, “Tuhan, jika harus ke Kongo atau ke kutub utara, atau di tempat sejuk, atau di manapun itu, aku menerimanya. Utuslah aku ke manapun Engkau mau.” Anda tidak akan berkata, “Kau tahu, Tuhan, aku telah dua tahun tinggal di Kanada, dan aku telah membeku kedinginan di sini. Bagaimana jika Engkau mencarikan aku tempat pelayanan di wilayah Florida? Mungkin di Kalifornia? Maksudku, ada banyak orang Kristen di sana. Ada banyak orang yang lapar akan Firman Allah di sana. Mungkin Engkau bisa kirim aku ke sana. Bagaimana?” Lalu saya menunggu dan menunggu, tapi saya tidak mendengar apa-apa, tak ada tanggapan dari-Nya. Allah sebenarnya sedang berkata, “Kalau kamu mau pergi ke Florida, tidak perlu bertanya kepada-Ku. Kamu mau pergi? Berangkat saja. Mau pergi ke Kalifornia? Pergi saja. Buat apa bertanya kepada-Ku?” Saya baru bisa benar-benar datang kepada Dia dengan berkata, “Tuhan, kemanapun Engkau mengirimku, jika ke daerah tropis, maka ke sanalah aku berangkat. Jika ke daerah kutub, di mana aku akan lebih membeku lagi, terpujilah nama-Mu! Aku akan berangkat karena aku senang melakukan Firman-Mu, ya Tuhan. Apapun itu, aku menerimanya.” Jika saya bisa berkata seperti itu dengan setulus hati, maka Dia akan memberi saya petunjuk-Nya. Dia akan mengungkapkan kehendak-Nya bagi saya. Tentu saja, mungkin saya akan mendapat kejutan di dalam hidup saya! Mungkin ke Florida. Bisa saja. Namun kehendak-Nya tidak akan terungkapkan sebelum saya bisa berkata, “Tuhan, apapun kehendak-Mu itu.” Demikianlah, Anda harus memiliki kesediaan yang tulus untuk mengikuti kehendak Allah. Kekristenan apa yang ada sekarang? Kita memanggil Tuhan, “Lord, Lord,” namun kita mengerjakan kehendak kita sendiri. Itulah kekristenan zaman ini. Dan kita mengharapkan keselamatan. Tentu saja, pada akhirnya, tidak heran jika Yesus berkata kepada orang-orang ini, “mengapa kamu memanggil-Ku Lord, Lord,’ padahal kamu tidak melakukan apa yang kuperintahkan?” Kita mau mendapatkan yang terbaik dari dua dunia. Kita ingin menjejakkan satu kaki di dalam kerajaan Allah, sambil berpijak di dunia dengan kaki yang satunya. Kita ingin berada dalam keseimbangan yang enak dan mapan. Hal itu disebut dengan istilah jalan tengah. Cara ini tidak berlaku bagi Allah. Berkomitmenlah sepenuhnya pada kehendak-Nya, atau hiduplah berdasarkan kehendak Anda dan terimalah akibatnya. Tidak ada jalan tengah di antara keduanya. Selanjutnya, apakah kehendak Allah itu? Anda berkata, “Baik, dengan kasih karunia Allah, apapun kehendak-Nya itu, aku mengerti bahwa kehendak-Nya itu baik buatku dan juga orang lain. Mungkin aku tidak bisa menikmatinya sekarang ini, namun nanti, aku akan melihat hikmat dari rencana-Nya. Apapun kehendak-Nya, hal itu pastilah baik, itu sebabnya aku siap untuk melakukannya tanpa syarat, dengan kasih karunia Allah.” Mengerjakan kehendak Allah tidak mengacu pada perbuatan lahiriah Selanjutnya muncul pertanyaan, apa arti melakukan kehendak Allah? Apakah, misalnya, mengerjakan kehendak Allah itu sama seperti yang dipahami oleh orang-orang Farisi dan ahli taurat? Berarti mengerjakan kehendak Allah itu adalah dengan meneliti secara cermat setiap hukum Taurat, misalnya, “Tidak boleh bekerja pada hari Sabat.” Lalu, apa arti mengerjakan kehendak Allah di dalam hal tidak boleh bekerja di hari Sabat’? Apakah memasak’ itu bekerja? Orang-orang Farisi dan ahli Taurat memandang hal itu sebagai pekerjaan’. Memasak itu bekerja’. Sejak kapan memasak’ itu bukan merupakan pekerjaan? Anda bekerja keras di saat memasak. Anda harus mencuci semuanya, mengupas kentang, bersusah payah di dalam dapur di hari yang panas. Jika hal itu bukan bekerja’, lalu apa arti bekerja’ itu? Tentu saja kegiatan itu termasuk bekerja’. Lalu orang-orang Farisi dan ahli Taurat memutuskan, “Tidak boleh memasak di hari Sabtu.” Jadi hukumnya adalah bahwa makna dari mengerjakan kehendak Allah itu adalah tidak boleh bekerja di hari Sabat’. Lalu bagaimana dengan berjalan? Apakah berjalan itu bekerja atau bukan? Berjalan itu bisa diartikan bekerja tetapi juga bisa diartikan tidak bekerja. Lalu mulailah orang-orang pandai itu memikirkannya. Para ahli taurat mulai merenungkannya. Dan secara ajaib mereka sampai pada kesimpulan, kamu boleh berjalan sampai jarak sekitar 1500 yard di hari Sabat. Lebih dari itu, kegiatanmu dianggap sebagai bekerja, kurang dari itu, tidak dianggap sebagai bekerja. Jadi itulah mengerjakan kehendak Allah bagi mereka. Melakukan kehendak Allah berarti berjalan kurang dari jarak 1500 yard di hari Sabat dan berarti Anda tidak boleh memasak sayur dan lauk Anda di hari Sabat. Pada akhirnya, apa yang kita hasilkan? Kita menghasilkan satu sistem keagamaan. Mengerjakan kehendak Allah akhirnya menjadi satu sistem keagamaan. Itukah yang dimaksudkan? Jadi, orang yang akan masuk ke dalam Kerajaan Allah adalah orang yang melangkah tidak lebih dari jarak 1500 yard di hari Sabat? Dan mereka yang tidak memasak makan malam mereka di hari Sabat? Anda berkata, “Nah, urusan ini terlihat semakin praktis’, atau mungkin malah semakin menggelikan’.” Di mata para ahli Taurat, hal ini terlihat praktis. Di mata orang lain, hal ini terlihat keterlaluan. Apa yang sedang saya bicarakan ini? Saya ingin menunjukkan kepada Anda bahwa, di dalam ajaran Yesus, jika kita berbicara tentang hal mengerjakan kehendak Allah, yang kita bicarakan bukanlah tindakan lahiriahnya. Ini sangat penting untuk dipahami. Mengerjakan kehendak Allah itu yang terutama adalah persoalan sikap hati terhadap Allah. Saya bisa saja berjalan dalam jarak kurang dari 1500 yard di hari Sabat, namun apakah itu menunjukkan bahwa hati saya taat kepada Allah? Apakah hati saya benar-benar hidup di dalam keselarasan dengan kehendak-Nya? Atau, saya bisa saja tidak memasak di hari Sabat, namun apakah hal itu menunjukkan bahwa hati saya berada dalam ketaatan yang penuh sukacita kepada Allah, bahwa saya benar-benar hidup dalam penundukan secara sukarela kepada Dia? Semua itu tidak membuktikan apa-apa karena itu hanyalah ketaatan lahiriah. Sama sekali tidak menyatakan isi hati. Demikianlah, di zaman sekarang ini, kita juga menciptakan aturan-aturan yang lain. Sebagai orang Kristen, kita tidak boleh minum minuman keras; tidak boleh merokok; tidak boleh memakai rok mini; tidak boleh begini dan begitu. Dan kita harus beribadah di gereja secara teratur, dan mungkin termasuk menghadiri acara perjamuan kudusnya, kalau tidak, minimal mengikuti kebaktiannya. Kita harus membaca Alkitab sedikitnya sepuluh menit setiap hari, jika tidak, berarti Anda bukan orang Kristen yang baik. Dan diharapkan Anda juga membacanya bersama dengan buku renungan harian Anda atau buku-buku Kristen yang lainnya. Anda harus melakukan berbagai macam hal, dan dilarang mengerjakan berbagai macam hal juga. Itulah yang mereka maksud dengan mengerjakan kehendak Allah. Bukankah kita sudah menjadi sama dengan orang-orang Farisi dan para ahli taurat? Kekristenan kita menjadi urusan perbuatan lahiriah. Kita harus melakukan hal-hal tertentu; dan kita juga dilarang melakukan hal-hal lainnya. Demikianlah, urusannya menjadi perkara halal’ dan haram’. Anda boleh melakukan yang ini, tetapi tidak boleh melakukan yang itu. Bukannya saya mau berkata bahwa minum anggur itu baik. Saya juga tidak bermaksud berkata bahwa merokok itu baik. Saya sendiri tidak tahan dengan bau asap rokok. Namun yang saya maksudkan adalah apakah kekristenan itu berkenaan dengan hal-hal semacam ini? Apakah melakukan kehendak Allah itu adalah urusan eksternal? Sekarang ini banyak orang Kristen yang mengira bahwa urusannya memang seperti itu. Saya ingin tahu apa yang dikatakan oleh Kitab Suci. Apakah ini yang diajarkan oleh Yesus? Saat Yesus berkata, “Inilah saudara-Ku dan ibu-Ku.” Siapakah orang-orang itu? Apakah mereka adalah orang-orang yang tidak merokok, tidak minum, tidak pergi ke bioskop, dan yang membaca Alkitabnya minimal sepuluh menit setiap hari? Anda mungkin akan berkata, “Tidak. Itu tidak cukup. Anda juga harus mempercayai doktrin yang benar, yaitu kredo para rasul, kredo Nicea, pengakuan iman Westminster.” Anda berkata, “Baiklah, setidaknya Anda meyakini pengakuan iman Westminster, dan kredo Nicea. Ditambah dengan tidak merokok dan tidak minum, maka cukup sudah. Nah, jika Anda meyakini pengakuan iman Nicea tetapi Anda masih merokok dan minum, berarti Anda tidak melakukan kehendak Allah, dan Anda pasti masuk neraka.” Sungguh membingungkan. Maksud saya, apakah arti melakukan kehendak Allah itu? Jawabannya adalah meyakini pengakuan iman Nicea, tidak merokok dan tidak minum, dan juga tidak pergi ke bioskop. Apa lagi yang lainnya? Saya kuatir, seperti itulah kekristenan yang diramu pada zaman sekarang ini. Anda meyakini hal-hal yang benar, Anda tidak melakukan hal-hal tertentu, Anda wajib mengerjakan beberapa hal tertentu, maka Anda diselamatkan. Tidak dibicarakan tentang isi hati kita, tentang kualitas hidup yang kita jalani. Hal itu tidak dipentingkan lagi. Malahan, berbicara tentang kekudusan’ itu bisa dianggap sebagai mau membuat sekte kekudusan’. Demikianlah, kekudusan tidak menjadi penting lagi. Saat saya berkhotbah tentang Ibrani 1214, “Kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan,” beberapa penginjil terkenal menyalahkan saya karena memberitakan kekudusan. Saya tidak malu membicarakan kekudusan. Apakah saya salah karena memberitakan kekudusan? Kehendak Allah itu selalu rohani Di dalam pengajaran yang alkitabiah, kehendak Allah itu selalu rohani. Apakah yang dimaksudkan oleh Yesus? Jika Anda teliti pengajaran Yesus, melakukan kehendak Allah itu berarti Anda menyelaraskan kehendak Anda mengikuti kehendak Allah. Itulah yang rohani. Keselarasan di dalam batin antara kehendak kita dengan kehendak Allah adalah suatu penyatuan rohani. Itulah persatuan rohani di dalam Alkitab. Jika Anda dapati bahwa di dalam hati Anda, ada sukacita yang indah di dalam penundukan dan ketaatan kepada kehendak Allah, berarti Anda sudah tahu apa artinya menjadi orang Kristen, karena hal itu muncul dari dalam hati Anda, dari dalam batin Anda. Tidak ada kaitannya dengan ketaatan lahiriah. Anda mulai tahu apa artinya menjadi orang Kristen, apa yang sedang diajarkan oleh Yesus. Namun setiap orang yang membayangkan bahwa melakukan kehendak Allah itu sekadar urusan ketaatan lahiriah, dia belum mengerti apa yang sedang dibicarakan oleh Yesus di sini. Anda tahu, Yesus sama sekali tidak tertarik dengan yang lahiriah. Begitu juga dengan rasul Paulus; dia sama sekali tidak tertarik dengan yang semacam itu. Keagamaan versus kerohanian Kristen palsu vs Kristen sejati Saya akan menunjukkan dari tulisan-tulisan Paulus bahwa Yesus memang mengajarkan hal ini. Apakah rasul Paulus menyatakan hal yang berbeda? Sama sekali tidak. Paulus, sama seperti Yesus sendiri, sangat prihatin dengan penyimpangan dari kerohanian menjadi keagamaan. Ada perbedaan yang sangat besar di antara keduanya. Menjadi orang beragama tidak sama artinya dengan menjadi orang yang rohani. Jika Anda tidak tahu perbedaan keduanya, maka Anda belum tahu apa bedanya orang Kristen palsu dengan yang sejati. Anda harus tahu apa bedanya menjadi orang yang rohani dengan orang beragama. Jangan mengira bahwa karena Anda orang yang religius maka Anda adalah orang yang rohani. Jangan pernah membuat kesalahan seperti itu. Itulah kesalahan yang dibuat oleh orang-orang Farisi. Mereka mengira bahwa karena mereka orang yang religius, maka mereka adalah orang yang rohani. Dan karena mereka religius, maka mereka mendapat jaminan masuk ke dalam Kerajaan Surga. Saudara-saudaraku, hal ini sama sekali tidak benar. Saya sampaikan sekali lagi, hanya satu hal yang penting di dalam Kerajaan Allah, yaitu melakukan kehendak Allah. “Aku senang melakukan kehendak-Mu” – di manakah rasa senang itu muncul? Rasa senang itu muncul di dalam hati Anda. Karena hati kita menggemakan isi hati Allah. Batin kita menggemakan batin Allah; pikiran kita bertaut dengan pikiran-Nya; jiwa kita, hidup kita bertaut dengan hidup-Nya. Itulah yang disebut melakukan kehendak Allah keselarasan batin yang mendalam di hati kita dengan Allah. Jemaat di Galatia dalam bahaya menyimpang dari yang rohani menjadi yang religius Ketika jemaat di Galatia beralih dari yang rohani kepada yang religius, Paulus menjadi sangat prihatin. Seluruh isi surat Galatia hanya membahas tentang hal ini bahayanya beralih dari yang rohani kepada yang religius. Kita tidak bisa membahas semua isi surat Galatia sekarang, namun saya akan memberi beberapa contoh dari hal ini. Tanda pertama dari penurunan kualitas kerohanian adalah menguatnya aturan dan tata cara keagamaan. Camkanlah hal ini baik-baik. Dan hal inilah yang Paulus sampaikan kepada, misalnya, orang-orang di Galatia, di dalam Galatia 410, Kamu jemaat di Galatia dengan teliti memelihara hari-hari tertentu, bulan-bulan, masa-masa yang tetap dan tahun-tahun. Kalian telah mendangkalkan makna agama menjadi urusan ketaatan lahiriah. Apakah persoalannya parah? Sangat parah! Di ayat 11, dia berkata, “Aku kuatir kalau-kalau susah payahku untuk kamu telah sia-sia.” Apa artinya itu? Tidak ada hasilnya aku bersusah payah untuk kalian. Aku telah bekerja keras demi keselamatan kalian tetapi kalian tidak selamat. Dan oleh karena itu, dia berkata di Galatia 54, Kamu lepas dari Kristus. Kalian telah terpisah dari Kristus. Kalian yang ingin dibenarkan menurut ketaatan pada hukum Taurat, telah lepas dari kasih karunia. Dan inilah hal yang Paulus katakan kepada mereka di Gal 33, Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang mengakhirinya di dalam daging? Tidakkah Anda melihat bahwa agama itu hanya perbuatan daging? Hanya menyentuh bagian permukaan. Hanya menyangkut tindakan lahiriah. Dia berkata kepada jemaat di Galatia, Adakah kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, setelah memulai dengan yang rohani, kalian ingin mengakhirinya dalam kedagingan, yaitu dalam ketaatan pada tata cara keagamaan? Mereka telah beralih dari yang rohani menjadi yang religius. Itulah tahap pertama dari penurunan kualitas rohani, tahap pertama dari langkah berbahaya menuju kebinasaan. Berwaspadalah, khususnya mereka yang baru-baru ini dibaptiskan. Saya melihat sukacita di dalam diri Anda yang dipenuhi oleh Allah, dipenuhi oleh Roh. Namun betapa cepatnya, sungguh cepat, hal itu bisa berlalu. Hal itu akan segera terjadi jika Anda mengambil langkah menuju kehidupan yang religius. Sungguh berbahaya. Selanjutnya, apa yang tadinya berkisar di dalam batin, menjadi urusan lahiriah, dan yang ada di dalam batin itu tidak bersisa lagi. Segala sesuatunya menjadi dangkal, dan apa yang ada di dalam batin menjadi kosong kembali. Dapatkah Anda memahami hal yang sedang kita bahas ini? Ingatkah Anda betapa sempurnanya ajaran Yesus itu? Masihkah Anda ingat tentang rumah yang menjadi kosong di Matius pasal 12? Orang tersebut telah membuat semacam reformasi moral. Semua kehidupan religius itu adalah sisi luarnya. Itu semua hanya hiasan. Perhatiannya mengarah ke sisi luar lagi, yang ada di dalam menjadi kosong. Dan apa yang dikatakan oleh Yesus? “Maka akhirnya keadaan orang itu lebih buruk dari pada keadaannya semula.” Saya harap Anda bisa mencermati hal ini dengan baik melakukan kehendak Allah itu tidak berkaitan dengan ketaatan lahiriah. Melakukan kehendak Allah bukan urusan mentaati aturan-aturan lahiriah. Menjadi seorang Kristen bukan sekadar urusan apakah Anda merokok atau minum. Saya tidak memandang bahwa merokok itu baik; merokok itu buruk bagi kesehatan Anda. Mabuk juga buruk bagi kesehatan Anda, khususnya jika sudah berlebihan. Akan tetapi kekristenan bukan masalah itu. Orang bisa saja tidak merokok atau mabuk, namun tetap bukan seorang Kristen. Ada juga orang non-Kristen yang tidak merokok atau mabuk. Dan ada juga orang non-Kristen yang tidak melakukan hal-hal yang tidak bermoral. Apa artinya itu? Tidak ada arti apa-apa. Hal-hal tersebut tidak membawa mereka masuk ke dalam kerajaan Allah. Sekilas tentang 1 Korintus 112-16 Saya ingin menunjukkan kepada Anda tentang bahaya ini, yang mungkin jauh lebih besar daripada yang mungkin Anda bayangkan. Bahkan orang-orang yang terlihat berpola pikir rohani juga bisa gagal mencermati pokok yang satu ini dan gagal. Untuk alasan ini, saya akan berhenti sejenak di 1 Korintus 11, dan akan memberikan ilustrasi kepada Anda tentang poin ini. 1 Korintus 112-16 merupakan bagian yang terkenal yang membahas tentang apakah perempuan harus menutupi kepala mereka. Di dalam bagian bacaan inilah Paulus menyampaikan tentang hal ini. Di dalam ayat 3, dia berkata, Tetapi aku mau, supaya kamu mengetahui hal ini, yaitu Kepala dari tiap-tiap laki-laki ialah Kristus, kepala dari perempuan ialah laki-laki dan Kepala dari Kristus ialah Allah. Ada suatu hirarki di mana Allah adalah Kepala dari Kristus; Kristus adalah kepala dari laki-laki, dan laki-laki adalah kepala dari perempuan. Lalu dia berkata di ayat 4, Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya. Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya. Dengan kata lain, perempuan seharusnya menudungi kepala mereka; laki-laki tidak diperkenankan menudungi kepala. Demikianlah pembahasan selanjutnya di dalam bagian tersebut. Bagaimana kita akan memahami hal ini? Beberapa waktu yang lalu kita kedatangan tamu. Dan saat mereka datang beribadah, mereka mengeluarkan kain dan menudungi kepala mereka. Nah, ini adalah suatu tindakan yang sangat baik. Mereka memang berhasrat mengerjakan kehendak Allah. Untuk itu, Anda boleh memberikan penghargaan kepada mereka. Akan tetapi mereka melakukan hal ini karena ada dua orang pengajar Alkitab yang memberitahu mereka bahwa di 1 Korintus 112-16 tertulis tentang hal ini, yaitu bahwa mereka harus menudungi kepala mereka. Demikianlah, mereka, di dalam ketaatan mereka kepada kehendak Allah, memakai kain untuk menudungi kepala mereka. Saya sampaikan kepada Anda bahwa kedua guru Alkitab itu sangat mengasihi Allah, dan memang mereka berhasrat melakukan kehendak Allah. Namun mereka sedang memperlakukan kehendak Allah sebagai aturan lahiriah, inilah prinsip yang sedang kita bicarakan. Malahan, di dalam persoalan ini, perlu diperhatikan bahwa bahkan saudara kita yang hebat, Watchman Nee, juga telah keliru. Karena, sebagaimana yang Anda ketahui, Watchman Nee, dan jemaat Xiao Qun, “kawanan kecil the Little Flock,” menuntut agar setiap perempuan memakai kerudung di tengah jemaat. Watchman Nee menghendaki agar para perempuan memakai kerudung. Mengapa dia membuat persyaratan ini? Karena dilandasi oleh ayat-ayat ini. Saudara Nee telah menulis banyak karya yang luar biasa, dan menyusun banyak buku yang bermutu, namun di dalam hal ini dia melalaikan prinsip tersebut dan telah salah jalur. Mengapa? Saya akan memberi Anda satu uraian singkat. Namun pertama-tama, dan yang terutama, Anda perlu tahu prinsip untuk tidak pernah mendangkalkan kehendak Allah ke dalam bentuk sekumpulan aturan, dan jika Anda mendangkalkan kehendak Allah, maka itu berarti Anda telah mengambil langkah pertama menuju kesalahan yang fatal. Saya tidak memiliki persoalan apapun dengan Saudara Nee. Jadi, ini bukanlah masalah pribadi, namun penting bagi saya untuk menyatakan Firman Allah. Apakah kesalahannya? Kesalahannya adalah kesalahpahaman di dalam ajaran Alkitab dan uraian yang tidak tepat. Kata-kata tersebut hanya berlaku bagi perempuan yang sudah menikah Pertama-tama, jika mereka teliti lagi ayat-ayat itu, mereka akan melihat bahwa kata-kata tersebut hanya berlaku bagi perempuan yang sudah bersuami. Dengan demikian, para gadis, perempuan yang belum bersuami, tentunya tidak perlu mengeluarkan kerudung dan menutupi kepala mereka. Maksud saya, jika mereka mau lebih jeli lagi, akan terlihat bahwa uraian ini hanya berlaku bagi perempuan yang sudah menikah; tidak ada kaitannya dengan perempuan yang belum menikah. Tentunya tidak berlaku bagi para gadis yang belum menikah, sekalipun jika ayat-ayat itu memang disyaratkan bagi para perempuan yang sudah menikah untuk menjadi tanda tunduknya mereka pada suami mereka. Kata suami’ muncul di ayat 3. Di mana letak kesulitan pemahamannya? Kepala setiap perempuan adalah suaminya. Malahan, jika mereka mau bersusah payah sedikit dalam meneliti latar belakangnya, mereka akan tahu bahwa hal itu mengikuti kebiasaan orang Yahudi kita tidak tahu banyak dengan kebiasaan di tengah jemaat di Korintus. Hanya perempuan yang sudah menikah yang menudungi kepala mereka, namun apakah mereka melakukan hal itu dalam rangka penundukan diri kepada suaminya tidak bisa diketahui dengan pasti. Itu hanya gaya busana saat itu. Dan tulisan-tulisan pada zaman itu tidak bisa memberikan konfirmasi apakah itu memang tanda penundukan diri. Kerudung itu hanya menjadi tanda sudah menikah atau belum, sama seperti apakah Anda memakai cincin pernikahan atau tidak. Istri saya memakai cincin pernikahan itu, tetapi itu bukan bukti bahwa dia menundukkan dirinya kepada saya. Hanya menjadi bukti bahwa dia telah menikah. Namun ada banyak perempuan yang sudah menikah tetapi tidak memakai cincin pernikahan. Dan para lelaki juga banyak yang tidak memakainya. Jadi, perkara lahiriah ini sama sekali tidak membuktikan apa-apa. Istri tunduk kepada suami, namun bukan berarti bahwa setiap perempuan tunduk kepada laki-laki Namun tujuan dari uraian itu bukanlah untuk menyatakan bahwa semua perempuan harus tunduk kepada laki-laki, melainkan bahwa istri tunduk kepada suami. Tidak ada ajaran alkitabiah yang menyatakan bahwa setiap perempuan tunduk kepada laki-laki. Akan tetapi, memang ada ajaran bahwa istri tunduk kepada suami, dan inilah pokok yang diuraikan di sini. Hal menudungi kepala ini berkaitan dengan nubuat dan doa Poin kedua yang perlu diamati dari ayat-ayat ini, dari ayat 4, 5 dan 13, adalah bahwa hal tentang menudungi kepala ini hanya berlaku pada saat seorang perempuan yang sudah menikah bernubuat tentang Firman Allah atau sedang berdoa. Hanya itu yang dinyatakan di sana. Bukan berkata bahwa mereka harus menudungi kepalanya setiap saat; hanya secara khusus menunjuk pada saat bernubuat atau berdoa. Paulus tidak menyebutkan tentang hal yang lainnya. Ayat 4 menyatakan Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dan kemudian di ayat 5, Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya. Dan di dalam ayat 13 Pertimbangkanlah sendiri Patutkah perempuan berdoa kepada Allah dengan kepala yang tidak bertudung? Kembali, pokok pembicaraannya adalah doa. Tidak ada kaitannya dengan hal yang lain. Jika Anda mempelajari Kitab Suci, uraian di dalam Kitab Suci sangatlah jelas. Berulang kali disebutkan tentang hal berdoa dan bernubuat. Mengapa dua hal ini disebutkan? Aapa yang Anda lakukan di saat berdoa? Anda sedang berbicara dengan Allah. Renungkanlah baik-baik. Paulus sedang berkata, “Perempuan yang sudah menikah seharusnya menudungi kepala mereka saat sedang berbicara dengan Allah,” bukannya di saat mereka sedang berbicara dengan laki-laki. Sudahkah hal ini Anda pahami dengan jelas? Dan di saat Anda bernubuat, Anda sedang menyampaikan ucapan Allah. Anda lebih merasakan kehadiran Allah ketimbang laki-laki di saat Anda bernubuat. Itulah hal yang seharusnya Anda lakukan di setiap saat. Sekali lagi, uraian ini berkaitan dengan hubungan Anda dengan Allah. Baik bernubuat ataupun berdoa, keduanya menyangkut hubungan Anda dengan Allah, bukan dengan manusia. Ini harus ditegaskan. Jadi tidak ada kaitannya dengan masalah apakah Anda harus menudungi kepala Anda di saat berkhotbah. Tindakan ini dilakukan di saat mereka bernubuat atau berdoa, bukan di saat orang lain berdoa atau bernubuat buat mereka. Bukankah itu yang disampaikan oleh Firman Allah dengan sangat gamblang? Sekali lagi, perhatikan baik-baik bahwa masalah menudungi kepala ini berkaitan dengan hubungan mereka dengan Allah. “Menjadi orang Kristen tidak ada hubungannya dengan urusan keagamaan lahiriah” Poin ketiga adalah ini renungkan baik-baik apa yang sudah kita lihat di surat Galatia misalnya, kita sudah melihat bahwa Paulus tidak peduli dengan ketaatan lahiriah; dengan urusan makanan, minuman, pakaian, hari-hari, waktu, tahun dan musim; dia tidak peduli dengan hal-hal semacam itu. Orang-orang religius sangat peduli akan hal-hal semacam itu. Hari yang satu lebih suci daripada hari yang lain. Pada hari Jumat, Anda harus makan ikan, tidak boleh daging lainnya. Mereka sangat memperhatikan hal makanan dan minuman. Paulus berkata di Roma 1417, Sebab Kerajaan Allah bukanlah soal makanan dan minuman, tetapi soal kebenaran, damai sejahtera dan sukacita oleh Roh Kudus. Kebenaran, damai sejahtera dan sukacita itu ada di dalam batin. Bagaimana kita akan membaca Firman Allah dengan kerudung yang menutupi muka? Tidak bisakah kita memahami apa yang dia maksudkan? Dia sedang berkata, “Aku tidak mau mengatakan kepadamu bahwa menjadi orang Kristen itu berkenaan dengan hal ketaatan lahiriah. Menjadi orang Kristen itu berkaitan dengan kebenaran, damai sejahtera dan sukacita di dalam Roh Kudus yang berdiam di dalam diri kamu. Kamu adalah bait-Nya.” Apakah Anda berpikir bahwa Paulus di dalam surat Korintus ingin berkata kepada kita bahwa menjadi orang Kristen itu berkaitan dengan pakaian yang kita kenakan? Apakah Anda berpikir bahwa dia telah melupakan apa yang dia sampaikan dalam surat yang sebelumnya, dan sekarang secara mendadak ia menetapkan bahwa menjadi orang Kristen itu berkaitan dengan hal pakaian yang Anda kenakan? Atau model topi yang Anda kenakan? Atau bahwa Anda harus atau tidak boleh mengenakan kerudung? Apakah Paulus bermaksud berkata bahwa semua perempuan harus mengenakan penutup kepala? Hal ini membawa kita pada poin tentang hal penutup kepala. Apakah penutup kepala ini? Apa maksud kata menudungi ini? Apakah Paulus bermaksud mengatakan bahwa perempuan harus mengenakan topi? Bahwa laki-laki tidak boleh mengenakan topi, karena jika mengenakan topi berarti dia telah menghina kepalanya? Itukah yang Paulus maksudkan? Dalam kasus ini, setiap kali saya mengenakan topi, di hari yang panas, lalu saya tiba-tiba teringat kata-kata Paulus Tiap-tiap laki-laki yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang bertudung, menghina kepalanya. Segera saja saya melepaskan topi saya, dan berpanas-panas di bawah terik matahari. Tidak, dia tidak bermaksud berkata seperti itu. Begitu Anda mulai menjadikan agama sebagai perkara lahiriah, Anda akan jatuh ke dalam bahaya penciptaan tata cara yang keliru Apakah arti menudungi kepala’ itu? Anda tidak bisa menyangkal bahwa topi adalah penutup kepala. Atau mungkinkah yang dimaksudkan itu selendang? Nah, jika Anda mulai menjadikan agama sebagai perkara lahiriah, bisakah Anda melihat poin yang sedang saya sampaikan? Anda akan jatuh ke dalam bahaya casuistry. Casuistry terjadi jika orang-orang berusaha mendefinisi apa itu kehendak Allah. Jika kita harus menutupi kepala kita, pertanyaan yang bersifat casuistry segera muncul. Pertanyaan macam apa? Pertanyaan seperti, penutup macam apa yang layak disebut sebagai penutup kepala? Itu pertanyaan yang pertama. Seberapa besar penutup kepala itu dibuat agar layak disebut sebagai penutup kepala? Misalnya, jika saya memakai kertas untuk menudungi kepala saya, bukankah itu bisa disebut sebagai penutup kepala? Kertas itu menutupi kepala saya, bukankah begitu? Lalu, apakah kertas ini sudah cukup besar untuk menjadi penutup kepala? Bagaimana kalau separuhnya saja? Masih bisakah disebut sebagai penutup kepala? Atau, bagaimana kalau seperempatnya saja? Seberapa besar ukuran yang layak? Maka Anda akan jatuh ke dalam lubang yang telah menjebak orang-orang Farisi dan para ahli taurat. Saat Anda berkata, “Berjalan itu termasuk bekerja,” maka seberapa jauh jarak perjalanan yang layak dianggap sebagai bekerja? Lalu mereka menetapkan bahwa jarak 1500 yard adalah batasannya. Baiklah, lalu bagaimana jika 1400 yard? Bukan. Itu tidak termasuk bekerja. Demikianlah, akan ada orang yang harus membuat patokan ukuran. Akan ada orang yang harus menetapkan seberapa besar ukuran penutup kepala yang layak disebut sebagai penutup kepala. Banyak dari antara Anda yang telah melihat orang Yahudi yang memakai tutup kepala. Seberapa besar tutup kepala mereka? Hanya menutupi separuh bagian belakang kepala mereka, dijepitkan di rambut mereka. Anda pasti pernah melihat tutup kepala yang dipakai oleh orang-orang Yahudi. Apakah yang sebesar itu sudah cukup? Bisakah kita buat lebih kecil lagi? Mengapa tidak? Sedikit lebih besar lagi? Bisa saja. Yang lebih besar juga bisa. Segera saja, Anda terjerat dengan berbagai macam persoalan. Lalu, seberapa tebal seharusnya ukuran penutup kepala itu? Jika menudungi kepala saya itu merupakan tanda ketaatan, maka tentunya jika semakin besar dan tebal ukuran yang saya kenakan, berarti semakin besar pula tanda ketaatan saya. Bukankah hal ini masuk akal? Jika menudungi kepala itu merupakan tanda ketaatan, maka tentunya, semakin besar, semakin menutupi, berarti semakin jelas pula ketaatan terhadap suami itu. Jadi, jika seorang istri ingin mengungkapkan ketaatannya kepada sang suami, mungkin hal terbaik yang perlu dia lakukan adalah mencari topi dengan ukuran yang paling besar, atau kerudung yang paling besar, supaya setiap orang bisa melihat seberapa taat Anda kepada Allah. Apakah Anda pikir ini lucu? Justru hal inilah yang terjadi pada orang-orang Yahudi. Dalam hal inilah Yesus menegur mereka “Kalian membuat phylactery kotak berisi salinan ayat-ayat yang diikatkan di dahi orang Yahudi yang besar. Kalian sudah sangat mendangkalkan agama menjadi kumpulan aturan.” Mereka memakai sabuk kulit, dan sabuk ini sangat lebar. Mereka mengikatkan kotak kulit di dahi mereka untuk menunjukkan bahwa mereka selalu ingat pada hukum Taurat Allah. Mereka mengikatkan kotak kulit juga di lengan mereka, untuk menunjukkan bahwa mereka selalu melakukan kehendak Allah, hal yang sebenarnya jarang mereka laksanakan. Akan tetapi, yang penting ada kotak kulit itu di lengan. Paulus berkata bahwa perempuan sudah memiliki rambut sebagai tutup kepala mereka Lebih jauh lagi, di ayat 15, Paulus sendiri mengatakan bahwa perempuan sudah memiliki tudung dalam bentuk rambut mereka sendiri. Jika dia sudah memiliki tutup kepala, mengapa dia memerlukan tambahan penutup lagi? Ayat 15 berbunyi “Tetapi bahwa adalah kehormatan bagi perempuan, jika ia berambut panjang? Sebab rambut diberikan kepada perempuan untuk menjadi penudung.” Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa perempuan sudah memiliki penudung kepala, apakah masih belum cukup? Apakah Paulus membantah hal itu dan menyatakan bahwa perempuan masih harus memakai tudung yang lain? Jika memang demikian, berapa banyak tutup kepala yang harus dia kenakan supaya bisa dikatakan cukup? Sebenarnya, apa yang mau dijelaskan? Kata Yunani veil’, kata benda yang berarti penudung, tidak ada tertulis di sana; yang ada hanya kata kerja menudungi’ dan kata benda tanda wibawa authority’ Jika Anda cermati secara ketat, dari sudut pandang eksposisi, Anda akan melihat bahwa kata benda penudung atau tutup kepala’ yang secara konstan saya pakai, dan kata veil’, yang juga berarti tutup kepala, tidak ada tertulis di ayat-ayat ini. Tidak muncul di sana. Kata benda penudung atau tutup kepala’, atau veil’ di dalam bahasa Yunaninya, tidak muncul barang satu kalipun. Saya sudah memeriksanya berulang-ulang, dan saya tidak mendapati kata benda yang mengacu pada penudung, atau topi, atau apapun itu. Hal ini sangat mengejutkan. Tidak satu kata benda pun! Kata benda veil’ memang dipakai oleh Paulus, akan tetapi tidak di dalam ayat-ayat ini. Ia hanya muncul di 2 Korintus 313 dan seterusnya, di mana dia berbicara tentang Musa, yang menudungi wajahnya saat berhadapan dengan kemuliaan Allah. Hanya di sana dia memakai kata veil’, sekitar empat atau lima kali. Akan tetapi di dalam ayat-ayat ini, kata veil’ atau penudung kepala’, dalam naskah aslinya tidak ada. Tidak tertulis satu pun. Tidak ada kata veil; tidak ada kata yang berarti penudung atau tutup kepala; tidak ada kata yang berarti topi; tidak ada! Lalu apa yang tertulis di sana? Yang ada hanya kata kerja yang berarti menudungi’. Dan beberapa terjemahan bahasa Inggris menggunakan kata benda, wearing a veil memakai kerudung’, atau wearing a covering memakai penutup’, atau memakai sesuatu yang semacam itu. Namun sebenarnya, kata tudung atau tutup kepala’, di dalam naskah Yunaninya tidak tertulis sama sekali; yang ada hanya kata kerja, menudungi’. Dan satu-satunya ayat di mana dia mestinya bisa memakai kata benda untuk mengacu pada penutup kepala adalah di ayat 10, “Sebab itu, perempuan harus memakai tanda wibawa di kepalanya“, dia sama sekali tidak memakai kata kerudung. Jika Anda memiliki terjemahan bahasa Inggris versi RSV, Anda akan lihat bahwa di bagian catatan pinggirnya ada penjelasan bahwa kata Yunani yang dipakai adalah ex-ousia yang berarti kekuasaan atau wibawa. Dan kata ex-ousia tidak pernah memiliki arti kerudung; tidak pernah diartikan sebagai tudung atau bentuk penutup kepala lainnya. Saya sudah memeriksa hal itu di dalam kamus yang paling diakui, karya Liddel & Scott. Kata ex-ousia tidak pernah, dalam keadaan apapun, diartikan sebagai kerudung, atau penutup kepala dalam bentuk apapun. Demikianlah, di dalam satu-satunya ayat yang memungkinkan dia untuk memakai kata benda untuk menunjuk penutup kepala, dia justru memakai kata tanda wibawa’. Tindakan nyata penundukan dari dalam hati kepada suami Apakah Anda mengerti maksud semua ini? Pokok uraiannya sederhana secara eksegetik, Paulus tidak peduli pada benda’, pada kata benda, dia memusatkan perhatian pada kata kerja, yang berarti suatu tindakan. Dan yang dia pikirkan adalah suatu tindakan yang tunduk kepada suatu kuasa. Bisakah Anda memahaminya? Dia tidak peduli pada apa yang Anda kenakan di kepala Anda, dia peduli pada apa yang Anda perbuat. Artinya, Anda harus menjadi orang macam apa, yaitu orang yang tunduk pada otoritas, orang yang mengenakan penudung. Maksudnya, di dalam bahasa gambar, adalah menjadi orang yang tunduk pada kewenangan, di dalam hal ini, istri tunduk kepada suami. Jadi segenap agumentasinya adalah seorang perempuan yang tidak hidup di dalam sikap tunduk dari dalam hati kepada suaminya merupakan kehinaan di hadapan Allah, sama seperti perempuan yang menggunduli rambutnya di mata laki-laki. Perempuan yang menggunduli rambutnya akan terlihat sangat aneh. Pernahkah Anda melihat perempuan gundul di sekitar Anda? Terlihat sebagai suatu kehinaan. Jadi Paulus sedang bermaksud mengatakan bahwa sama seperti perempuan yang menggunduli rambutnya, yang akan ditolak atau dipandang hina di mata laki-laki, demikian pula perempuan yang tidak tunduk kepada suaminya menjadi kehinaan di hadapan Allah. Poin ini sebenarnya dinyatakan secara tegas oleh Petrus. Di 1 Petrus 33-4, dia berkata, “Perhiasan yang tidak binasa yang berasal dari roh yang lemah lembut dan tenteram, yang sangat berharga di mata Allah.” Perhatikan kata-kata, di mata Allah, jadi bukannya di mata laki-laki; dia tidak peduli dengan pandangan laki-laki di dalam ayat-ayat ini. Sekarang Anda bisa mengerti mengapa di saat Paulus berbicara tentang hal menudungi kepala, dia selalu berbicara di dalam rangka hubungan dengan Allah, saat berdoa atau saat bernubuat bagi Allah. Apakah Anda pikir Paulus, orang yang sangat memahami perkara rohani, benar-benar berpendapat bahwa ketaatan sejati berkenaan dengan apa yang Anda kenakan di kepala Anda? Apa mungkin pemahamannya sedangkal itu? Apakah Anda berpikir bahwa apa yang dikenakan oleh seorang perempuan di kepalanya menunjukkan sikap sejatinya kepada sang suami, walau secuil saja? Tentu tidak. Apapun yang Anda kenakan di kepala Anda tidak menunjukkan apa-apa dalam hal sikap hati Anda kepada suami Anda. Ketaatan tidak pernah bisa ditunjukkan lewat penampilan; ketaatan berasal dari dalam hati. Demikianlah, di zaman sekarang ini, jika Anda pergi ke gereja tertentu Anda akan melihat perempuan-perempuan memakai kerudung, atau topi hitam, karena mereka mengira sedang mengikuti petunjuk di ayat-ayat itu. Jadi, mereka melakukan kekeliruan dengan membuat iman sejati kepada Allah menjadi kumpulan aturan. Apakah Anda berpikir bahwa perempuan yang mengenakan kerudung itu benar-benar taat kepada suaminya? Anda bisa buktikan hal itu di saat dia sudah sampai di rumah. Akan tetapi Anda tidak akan bisa membuktikannya dengan cara menilai topi atau kerudungnya. Hal ini sama sekali tidak menunjukkan apa-apa. Mungkin di saat dia sudah sampai di rumah, justru dia yang menjambak rambut suaminya, tetapi di saat dia pergi ke gereja, dia mengenakan topi di kepalanya. Sungguh menggelikan jika Anda mambayangkan bahwa apa yang dikenakan di kepala itu berkaitan dengan ketaatan. Dan bahkan lebih keterlaluan lagi jika memandang bahwa memang hal itu yang mau disampaikan oleh Paulus, akan tetapi, orang-orang dengan kualitas seperti Watchman Nee dan yang lain-lainnya ternyata masih terkena kekeliruan semacam ini, jadi kita harus semakin mawas diri. Kita harus sangat waspada. Hal ini menunjukkan kepada kita bahwa jika Anda melalaikan satu prinsip rohani, Anda bisa tersesat sangat jauh. Ini sebabnya mengapa mereka yang sedang dalam pelatihan diajarkan untuk memahami prinsip-prinsip rohani dan juga eksegetik. Jika Anda tidak memahami prinsip-prinsip rohani, maka Anda bisa terjatuh ke dalam kekeliruan semacam ini. Demikianlah, saudara-saudariku, saya memakai gambaran dari 1 Korintus 11 untuk menunjukkan kepada Anda tentang poin ini melakukan kehendak Allah tidak berkaitan dengan ketaatan lahiriah. Ia berkenaan dengan sikap di dalam hati kita yang menyelaraskan diri dengan hati Allah. Ketaatan kepada kehendak Allah itu sangat besar pengorbanannya Terakhir, perhatikanlah harga yang perlu dibayar dari ketaatan ini. Di Matius pasal 12, tidakkah Anda akan melihat bahwa apa yang dikatakan oleh Yesus itu akan menyinggung hati saudara dan ibunya, saat Yesus berkata, “Siapa ibu-Ku? Dan siapa saudara-saudara-Ku? … siapapun yang melakukan kehendak Bapa-Ku di sorga, dialah saudara-Ku laki-laki, dialah saudara-Ku perempuan, dialah ibu-Ku.” Jadi, dalam pengertian tertentu, dia menyangkal klaim dari para saudara dan ibunya. Tidakkah mereka akan merasa tersinggung? Namun itulah harga yang perlu dibayar dalam melakukan kehendak Allah. Anda harus menyatakan kebenaran sekalipun hal itu terasa menyinggung hati, sekalipun bisa disalahpahami, sekalipun orang akan menolak ucapan Anda. Saya yakin bahwa para kerabat itu sama sekali tidak suka mendengar ucapan, “Kamu tidak berhak atas diri saya, hanya mereka yang melakukan kehendak Allah yang berhak atas diri saya.” Mereka tidak akan suka mendengar hal itu. Namun jika Anda menyampaikan Firman Allah, Anda harus menyatakan kebenaran. Dan Anda akan menyatakan kebenaran, entah orang suka atau tidak suka mendengarkannya. Tidak jadi masalah. Anda harus menyatakan kebenaran, karena hanya dengan menyatakan kebenaran itulah Anda bisa membantu mereka sampai pada pemahaman tentang kebenaran dan dengan demikian diselamatkan. Dan Yesus, saya yakin, tentu telah menyinggung hati para saudaranya dan juga ibunya di saat dia berkata seperti itu. Namun perhatikan betapa indahnya ketika para saudaranya itu kemudian berpaling kepada Tuhan. Anda tahu bahwa Yakobus, salah satu saudaranya, belakangan hari menjadi pimpinan jemaat di Yerusalem. Firman Allah mungkin tidak terasa enak untuk didengarkan pada awalnya, namun ia akan mencapai tujuannya. Melakukan kehendak Allah adalah hal yang terpenting di dalam Kerajaan Allah Dan sebagai rangkumannya, kita perlu perhatikan ini hanya satu hal yang penting di dalam kerajaan Allah. Dan kita mengerti sekarang, dan saya sendiri dengan perih hati menguraikan kepada Anda bahwa melakukan kehendak Allah itu bukan sekadar urusan ketaatan lahiriah belaka, tentang hal larangan ini atau kewajiban itu. Melainkan masalah sikap hati kepada Allah, dan jika Anda sudah memiliki sikap hati yang benar, Anda akan melakukan hal-hal yang benar. Karena perkaranya bukan sekadar mencari tahu kehendak Allah saja, melainkan untuk melakukannya. Inilah hal yang terpenting. Satu kata penutup berkenaan dengan Maria, ibu dari Yesus. Dan dari sini kita juga mendapat pelajaran lain. Maria sangat dihormati, dan kita juga perlu menghormati Maria, bukan karena dia adalah ibu dari Yesus menurut daging melainkan karena Maria adalah orang yang melakukan kehendak Allah. Renungkahlah Lukas 138 ketika Roh Allah datang kepada Maria, dan dia mengandung oleh Roh Kudus, dan melahirkan Yesus. Ingatkah Anda akan kata-kata berharga yang diucapkan oleh Maria di Lukas 138 “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.”? Ada ketaatan untuk melakukan kehendak Allah bahkan sampai mengorbankan nama baiknya. Dia akan disalahpahami. Dia akan dituduh oleh orang-orang yang tidak mengerti persoalannya, mungkin bahkan dengan tuduhan percabulan, perzinahan, atau apapun itu. Namun dia berkata, “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Maria adalah orang yang taat pada kehendak Allah. Namun pelajaran yang perlu kita tarik adalah Anda mungkin saja taat pada kehendak Allah dalam satu perkara, namun Anda lupa pada ketaatan itu di dalam perkara yang lainnya. Jelas bukan suatu tindakan yang terpuji di saat Maria menyela kegiatan mengajar Yesus. Dia harus diingatkan bahwa pernah melakukan kehendak Allah itu tidaklah cukup. Ini adalah perkara melakukan kehendak Allah secara berkelanjutan. Dan Anda harus terus mengingat hal itu. Mereka yang dibaptiskan beberapa minggu yang lalu, mereka saat itu sedang melakukan kehendak Allah. Mereka dibaptiskan di dalam ketaatan mereka kepada Allah. Mereka taat kepada Allah, menyerahkan hidup mereka sepenuhnya kepada Dia. Dan kita bersyukur kepada Allah akan hal itu. Namun sekarang janganlah duduk bersantai dan berkata, “Kau lihat, aku pernah taat kepada Allah. Sekarang aku sudah aman untuk seterusnya!” Jangan buru-buru. Ketaatan kepada Allah adalah suatu proses yang berkelanjutan; ia terus menerus berlangsung. Anda baru saja memulainya. Sekarang Anda berada di tengah jalan itu, teruslah melangkah. Maria harus belajar akan hal itu. Dia pernah menunjukkan ketaatan yang indah kepada Allah, namun apa yang dia lakukan sekarang? Menyela kegiatan Yesus saat sedang memberitakan Firman Allah, saat sedang melakukan kehendak Allah. Dia harus diingatkan untuk terus melakukan kehendak Allah. Demikianlah, kita mendapati begitu banyak pelajaran yang berharga berkenan dengan hal kehendak Allah ini. Yesus, lewat beberapa ayat yang pendek itu, sedang menyampaikan segala sesuatu yang paling penting untuk kita ketahui mengenai kehendak Allah. Sebagai kesimpulannya, tanyakanlah diri Anda sekali lagi, dan saya juga perlu menanyakan diri saya sendiri Apakah kita benar-benar taat pada kehendak-Nya? Apakah sekarang ini kita menyadari bahwa inilah hal yang paling penting? Bahwa inilah satu-satunya jalan menuju keselamatan? Berikan Komentar Anda Menjaga Keharmonisan Keluarga Salah satu cara untuk melakukan kehendak Allah adalah dengan menjaga keharmonisan keluarga. Keluarga yang rukun dan saling mencintai adalah salah satu bentuk dari kehendak Allah. Hal ini bisa dilakukan dengan cara saling menghormati, menghargai, dan memperhatikan kebutuhan satu sama lain. Berkomunikasi dengan Baik Kunci untuk menjaga keharmonisan keluarga adalah dengan berkomunikasi dengan baik. Keluarga yang saling terbuka dan berbicara dengan jujur akan lebih mudah menyelesaikan masalah dan menghindari konflik yang tidak perlu. Membantu Sesama Keluarga yang ingin melakukan kehendak Allah secara konkret juga harus membantu sesama. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan bantuan kepada orang yang membutuhkan, seperti membantu tetangga yang kesulitan, atau mengunjungi orang sakit di rumah sakit. Memberikan Sedekah Selain membantu secara langsung, keluarga juga bisa memberikan sedekah kepada orang yang membutuhkan. Sedekah tidak hanya membantu orang lain, tetapi juga membantu keluarga untuk meningkatkan ketakwaannya. Menjaga Lingkungan Hidup Keluarga yang ingin melakukan kehendak Allah juga harus menjaga lingkungan hidup. Allah menciptakan alam semesta dengan sebaik-baiknya, dan sebagai manusia, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kelestariannya. Mengurangi Penggunaan Plastik Salah satu cara untuk menjaga lingkungan hidup adalah dengan mengurangi penggunaan plastik. Keluarga bisa menggunakan tas belanja yang ramah lingkungan, atau menggunakan botol minum yang dapat diisi ulang. Mengajarkan Nilai-Nilai Agama kepada Anak Keluarga yang ingin melakukan kehendak Allah secara konkret juga harus mengajarkan nilai-nilai agama kepada anak-anak. Hal ini bisa dilakukan dengan cara memberikan pendidikan agama yang baik, serta membimbing anak untuk mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Menjaga Tradisi dan Adat Selain nilai-nilai agama, keluarga juga harus menjaga tradisi dan adat yang baik. Tradisi dan adat yang baik akan membantu keluarga untuk memperkuat nilai-nilai agama dan menjaga keharmonisan keluarga. Menjaga Kesehatan Tubuh dan Pikiran Keluarga yang ingin melakukan kehendak Allah secara konkret juga harus menjaga kesehatan tubuh dan pikiran. Kesehatan yang baik akan membantu keluarga untuk melakukan aktivitas sehari-hari dengan lebih baik. Menghindari Hal-Hal yang Dilarang Salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh dan pikiran adalah dengan menghindari hal-hal yang dilarang dalam agama. Hal ini termasuk menghindari makanan yang tidak halal, minuman keras, dan obat-obatan terlarang. Menjadi Teladan untuk Orang Lain Keluarga yang melakukan kehendak Allah secara konkret juga harus menjadi teladan untuk orang lain. Hal ini bisa dilakukan dengan cara berperilaku baik dan mengajarkan nilai-nilai agama kepada orang lain. Menjadi Pemimpin dalam Keluarga Sebagai kepala keluarga, ayah harus menjadi pemimpin dalam keluarga. Ia harus memimpin keluarga untuk melakukan kehendak Allah secara konkret, serta memberikan contoh yang baik bagi anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Dalam melakukan kehendak Allah secara konkret, keluarga harus memiliki tekad dan konsistensi yang tinggi. Dengan melakukan hal-hal yang baik dan menghindari hal-hal yang dilarang, keluarga bisa menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan Allah.

bagaimanakah keluargamu melakukan kehendak allah secara konkret